PACARAN SESUDAH MENIKAH?

Dering telepon di rumah saya berbunyi. Pagi itu. Dari seberang muncul suaracinta lembut, tapi tegas. Bapak! Orang tua saya.

“Adikmu pingin nikah. Tolong kamu urus segala tetek bengeknya. Bapak sudah tua. Kamu yang Bapak rasa mampu menggantikan urusan Bapak ini….”

Kebanggaan apa yang mampu ditonjolkan seorang anak kepada orang tuanya selain patuh dan taat? Maka saya laksanakan permintaan Bapak dengan gembira hati. Tak ada perasaan terpaksa dalam batin saya. Saya tahu ini tugas yang pertama (mengurus tetek bengek soal nikah), namun saya merasa saya akan mampu melaksanakannya.

Adik saya nikah?

Wow… Tak pernah saya bayangkan. Bukan saya merendahkan adik bungsu saya itu, tapi semata-mata saya didera kebingungan ketika pertama kali mendapat perintah Bapak. Dengan siapa adik laki-laki saya itu hendak menikah? Bukankah selama ini tidak pernah terdengar kabar bahwa dia dekat dengan seorang gadis? Bukankah selama ini dia lebih sibuk dengan pekerjaannya sebagai PNS di kota kelahiran kami?

Puluhan pertanyaan menggelayut dalam hati. Namun, kebingungan saya buyar seketika saat saya berhadapan dengan adik saya itu di rumah, di kampung kami.

“Bener, kamu pingin nikah?” tanya saya tegas. Adik saya mengangguk.

“Dengan siapa?” tanya saya lagi. Adik saya lalu mengucapkan sebuah nama. Saya tidak peduli dengan nama itu karena saya memang tidak tahu dan tidak mengenalnya. Tapi, rasa penasaran untuk tahu lebih banyak tentang hubungan adik saya dengan gadis pilihannya itu membuat saya tak berhenti bertanya.

“Bagaimana kamu mendapatkannya?”

Adik saya tersenyum. Saya tahu dia malu. Tapi, adik saya kemudian bercerita panjang lebar. Kata adik saya, pernikahan dirinya dan gadis pilihannya itu terjadi karena peran guru mengajinya. Atas anjuran guru ngajinya, dia diminta segera menikah. Tapi, adik saya bingung. Menikah dengan siapa wong dia tidak punya pacar?

Guru ngajinya itu menunjukkan foto dan biodata beberapa santriwatinya yang siap menikah ke adik saya. Adik saya memilih salah satu. Beberapa hari kemudian mereka berdua dipertemukan oleh guru ngajinya itu untuk sekadar taaruf. Tak lama, mereka berdua siap menuju ke pelaminan.

“Kamu yakin dengan gadis pilihanmu itu?” tanya saya sekali lagi meminta ketegasan dari adik saya. Pandangan mata saya lurus ke arahnya. Adik saya kembali mengangguk.

Dua hari setelah peristiwa itu saya pergi ke Kebumen (Jawa Tengah) untuk meminang gadis itu buat adik saya. Seperti bapak dan ibu saya, kedua orang tua gadis itu ternyata juga seorang pendidik. Gadis pilihan adik saya itu bekerja sebagai PNS di Dinas Kesehatan kota kami. Dia lulusan Ilmu Komputer, UGM. Hanya berselang satu bulan, saya menyaksikan adik saya dan gadis pilihannya itu telah bersanding sebagai sepasang suami istri.

babyItu cerita tiga tahun yang lalu. Kini adik saya dan istrinya itu telah memiliki seorang anak laki-laki yang lucu. Mereka bahagia dengan pernikahannya. Di sela-sela waktu pertemuan keluarga, saya kerap melihat betapa mereka saling menggoda dan bermanja, berkasih dan bercanda layaknya orang pacaran. Mata mereka bicara bahwa mereka memang saling mengasihi dan menyayangi.

Dalam sebuah pertemuan, sambil lalu saya bertanya kepada adik saya itu.

Kok kamu berani sih nikah tanpa pacaran terlebih dahulu?”

“Kan Mas Sigit yang ngajarin…” jawab adik saya. Ringan, santai.

Saya tersenyum mendengar jawaban adik saya itu. Aha! Dia tidak tahu siapa kakaknya ini, batin saya.

Saya sadar Tuhan memberi banyak jalan kepada manusia untuk memilih jodohnya. Tinggal manusia itu sendiri yang menentukan pilihannya; mau pacaran sebelum nikah atau mau pacaran sesudah nikah. Dan saya bangga adik saya itu telah memilih yang syar’i. * * *

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: