<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sigit&#039;s Corner</title>
	<atom:link href="http://petisikotbah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://petisikotbah.wordpress.com</link>
	<description>SiGiT wIdIaNtOrO</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 03:25:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='petisikotbah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sigit&#039;s Corner</title>
		<link>http://petisikotbah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://petisikotbah.wordpress.com/osd.xml" title="Sigit&#039;s Corner" />
	<atom:link rel='hub' href='http://petisikotbah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>LENGKAP SUDAH TUHAN MENGUJIKU SEPULANG HAJI</title>
		<link>http://petisikotbah.wordpress.com/2012/01/16/lengkap-sudah-tuhan-mengujiku-sepulang-haji/</link>
		<comments>http://petisikotbah.wordpress.com/2012/01/16/lengkap-sudah-tuhan-mengujiku-sepulang-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 06:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit Widiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara KISAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petisikotbah.wordpress.com/?p=2401</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku cari-cari ternyata di sini.&#8221; Ia datang tergesa-gesa dengan napas satu-satu. Menemui saya di tempat saya biasa nongkrong, serambi masjid di masjid kantor. Tubuhnya ringkih, meski belum lagi menuju usia limapuluh. Wajahnya kelu, seperti ada beban yang menyelimuti. Matanya sembab, seakan kekurangan istirahat. Entah apa yang ada dalam pikirannya selama ini. &#8220;Memang ada apa?&#8221; tanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2401&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Aku cari-cari ternyata di sini.&#8221;<a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2012/01/hajj1.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-2403" title="Hajj" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2012/01/hajj1.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" /></a></p>
<p>Ia datang tergesa-gesa dengan napas satu-satu. Menemui saya di tempat saya biasa nongkrong, serambi masjid di masjid kantor. Tubuhnya ringkih, meski belum lagi menuju usia limapuluh. <span id="more-2401"></span>Wajahnya kelu, seperti ada beban yang menyelimuti. Matanya sembab, seakan kekurangan istirahat. Entah apa yang ada dalam pikirannya selama ini.</p>
<p>&#8220;Memang ada apa?&#8221; tanya saya kepada Jalu.</p>
<p>Saya biasa memanggilnya Jalu dari nama dia Janu. Entah mengapa, saya lebih suka memanggilnya demikian. Nama Jalu seolah pas sekali dengan sosoknya. Keras, Kuat, dan pemberani. Nama itu selalu mengingatkan saya kepada sosok ayam jantan yang berjalu. Tapi, itu dulu, bukan sekarang.</p>
<p>&#8220;Nggak ada apa-apa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bener nih?&#8221;</p>
<p>Jalu tampak ingin bercerita banyak kepada saya. Entah cerita apa. Seluruh gerak tubuh dia menandakan seperti itu meski dia mengatakan tidak ada apa-apa. Tapi, saya memang ingin menegaskan. Tak mungkin mencari-cari kalau tak ada keperluan.</p>
<p>&#8220;Aku hanya mau tanya, menurut kamu, saat aku haji dulu mabrur enggak?&#8221;</p>
<p>Saya tersentak. Coba melihat cara dia bertanya. Serius, setengah serius, atau main-main. Dari mulai dia berusaha mencari saya hingga muncul pertanyaan seperti itu, saya yakin Jalu serius . Namun, bagaimana saya mesti menjawab?</p>
<p>&#8220;Lho, memang kenapa?&#8221; tiba-tiba tiga kata itu sudah meluncur dari bibir saya, tak bisa dicegah.</p>
<p>&#8220;Soalnya semenjak aku haji, kehidupanku tidak malah lebih baik, bahkan lebih buruk. Inikan aneh. Biasanya orang setelah haji itu hidupnya tambah enak, nikmat, sejahtera. Pokoknya calon penghuni surga. Ini malah beda seratus delapan puluh derajat. Makanya aku curiga, jangan-jangan hajiku keliru hingga jauh dari mabrur.&#8221;</p>
<p>Saya ingin tertawa keras-keras. Sebab, omongan Jalu jauh dari nalar. Kenapa mesti menyalahkan haji di Mekah jika hidupnya amburadul setelah menunaikan ibadah haji?</p>
<p>&#8220;Ah, ada-ada saja&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Eh, bener.&#8221;</p>
<p>Jalu lalu bercerita secara panjang lebar tanpa berusaha untuk membesar-besarkan atau mengecil-kecilkan kisahnya. Ia berusaha jujur. Kata Jalu, semenjak kepulangannya dari berhaji atas biaya kantor tiga tahun lalu, kehidupannya laksana kapal yang terombang-ambing di laut lepas. Penderitaan seolah datang bertubi-tubi tanpa mampu ia hindari.</p>
<p>Istrinya yang sudah dinikahinya hampir sebelas tahun dan telah memberinya dua anak, meminta cerai. Alasannya, tak jelas, konon karena tidak ada kecocokan lagi. Belum selesai itu dilalui, Jalu harus menerima kenyataan pahit, ia mesti lengser dari kedudukannya sebagai kepala bagian yang sudah didudukinya selama delapan tahun.</p>
<p>Belum lenyap rasa sedih akibat kehilangan jabatan, rasa pusing yang menderas tiba-tiba menyerangnya hingga akhirnya ia terjatuh sepulang dari kantor. Di rumah sakit ia mesti berhari-hari menginap, sampai kemudian muncul kesimpulan yang menyentak hatinya. Dokter memvonis dirinya terkena serangan stroke.</p>
<p>Saya terkesima mendengar penuturan Jalu meski saya sudah lama mendengar desas-desus mengenai dirinya di lingkungan kantor. Namun, saya lebih terkesima lagi ketika Jalu menutup kisahnya itu dengan ucapan yang menyentak hati saya.</p>
<p>&#8220;Lengkap sudah Tuhan mengujiku sepulang dari haji. Semoga ini tidak berlanjut hingga menuju kematian&#8230;.&#8221;</p>
<p>Saya tidak mampu berkata-kata. Saya hanya mampu menatap seluruh tubuh Jalu yang kini seolah ringkih.</p>
<p>&#8220;Sabar ya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Saya tahu ada rahasia Tuhan di balik kehidupan Jalu yang dia sendiri mungkin tidak menyadarinya. Tapi, apa?! Ah, saya benar-benar tidak tahu sampai kemudian saya kembali mendengar desas-desus kalau Jalu diminta mengundurkan diri sebagai karyawan di kantor saya akibat kesehatannya yang terus menurun.  ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petisikotbah.wordpress.com/2401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petisikotbah.wordpress.com/2401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petisikotbah.wordpress.com/2401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petisikotbah.wordpress.com/2401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petisikotbah.wordpress.com/2401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petisikotbah.wordpress.com/2401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petisikotbah.wordpress.com/2401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petisikotbah.wordpress.com/2401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petisikotbah.wordpress.com/2401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petisikotbah.wordpress.com/2401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petisikotbah.wordpress.com/2401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petisikotbah.wordpress.com/2401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petisikotbah.wordpress.com/2401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petisikotbah.wordpress.com/2401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2401&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petisikotbah.wordpress.com/2012/01/16/lengkap-sudah-tuhan-mengujiku-sepulang-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b946e4115a729e63e33461276f03ce73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petisikotbah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2012/01/hajj1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Hajj</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SUNNAH-SYIAH DAN ISLAM PRA SIFFIEN</title>
		<link>http://petisikotbah.wordpress.com/2012/01/02/sunnah-syiah-dan-islam-pra-siffien/</link>
		<comments>http://petisikotbah.wordpress.com/2012/01/02/sunnah-syiah-dan-islam-pra-siffien/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 07:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit Widiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petisikotbah.wordpress.com/?p=2393</guid>
		<description><![CDATA[Entah kapan konflik Sunnah-Syiah akan berakhir, tak ada seorang pun yang tahu. Sejarah pertikaian antar kedua kelompok dalam Islam itu seolah akan menjadi kisah abadi, sepanjang bumi masih dihuni oleh orang-orang yang mengaku dirinya muslim. Dua peristiwa paling akhir yang terjadi, baik di luar negeri maupun di dalam negeri, seakan menguatkan hal itu. Di Yaman, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2393&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2012/01/islam2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2396" title="Islam2" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2012/01/islam2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Entah kapan konflik Sunnah-Syiah akan berakhir, tak ada seorang pun yang tahu. Sejarah pertikaian antar kedua kelompok dalam Islam itu seolah akan menjadi kisah abadi, sepanjang bumi masih dihuni oleh orang-orang yang mengaku dirinya muslim. Dua peristiwa paling akhir yang terjadi, baik di luar negeri maupun di dalam negeri, seakan menguatkan hal itu.<span id="more-2393"></span></p>
<p>Di Yaman, pemberontak Syiah Houti menyerang habis-habisan Pesantren Darul Hadist yang didirikan ulama sunnah terkemuka (alm.) Sheikh Muqbil Bin Hadi Al Wadie di distrik Dammaj,  sejak bulan Oktober 2011. Puluhan santri tewas dalam peristiwa tersebut dan ribuan santri lainnya masih terkepung, tanpa mampu memberikan perlawanan yang berarti. Dua santri asal negeri kita yang sedang belajar di sana juga ikut tewas.</p>
<p>Di Madura, sebuah kompleks Pesantren Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, dibakar massa pada Kamis (29/12) sekitar pukul 09.15 WIB. Pembakaran itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa, tetapi ratusan warga yang tinggal di kompleks itu harus kehilangan harta benda, tanpa tahu apa yang hendak mereka lakukan selanjutnya.</p>
<p>Jujur, setiap mendengar konflik Sunnah-Syiah muncul di media cetak atau elektronik, yang pertama terlintas di benak saya adalah mantan guru saya dulu ketika saya belajar sejarah, yakni Prof. Ahmad Syafii Ma&#8217;arif. Kenapa Buya Syafii? Karena dari dialah saya pertama kali melihat wajah seorang intelektual muslim terkemuka yang seolah sudah begitu jenuh dan bosan mendengar segala macam tentang Sunnah-Syiah.</p>
<p>Sekalipun seolah jenuh dan bosan, Buya Syafii seperti tak pernah kehilangan nalar sehat saat membahas tentang hal itu di ruang-ruang kuliah. Baginya, konflik  Sunnah-Syiah adalah konflik yang unik, tapi sekaligus melelahkan di mata umat Islam secara keseluruhan. Bagaimana tidak unik bila konflik itu sejatinya hanya bermula dari perang di sebuah kampung kecil bernama Siffien yang terletak di sebelah Barat Sungai Furat, di perbatasan Suriah dan Irak .</p>
<p>Seperti kita ketahui, dalam Perang Siffien yang terjadi pada pada 657 -658 M, pasukan Ali hampir saja bisa memenangkan perang. Namun, berkat kelihaian Amr bin Ash -ketua perunding dari pihak Muawiyah yang melawan Ali- dalam berdiplomasi, akhirnya pihak Ali dikalahkan. Bukan dalam medan perang yang sesungguhnya, melainkan di meja perundingan.</p>
<p>Meski di kampung kecil, dampak Perang Siffien ternyata sangat melelahkan karena melumuri jalannya umat Islam pada tahun-tahun yang terus berputar, dan bahkan hingga kini. Perang Siffien tak hanya memunculkan kelompok Syiah (Partai) Ali dan Khawarij, tapi pada akhirnya juga menimbulkan klaim-klaim politik dan teologis yang memperparah pertikaian antar kelompok dalam Islam.</p>
<p>Karena itu, bagi Buya Syafii, konflik Sunnah-Syiah, dan bahkan konflik-konflik yang lain dalam Islam, hanya bisa diselesaikan jika umat Islam mau menengok kembali secara cerdas dan jujur warisan sejarah dan teologis di masa lalu. Tanpa itu, konflik akan terus berlangsung dan hanya memungkinkan umat Islam gagal memanggul tugas dan tanggung jawab Islam sebagai rahmatan lil &#8216;alamin.</p>
<p>Buya Syafii menyebut warisan sejarah dan teologis itu sebagai Islam Pra Siffien, yakni Islam yang dipeluk dan dianut, dibaca dan dipahami, oleh umat Islam sebelum terjadinya Perang Siffien. Islam Pra Siffien adalah Islam yang belum dilumuri daki-daki sejarah oleh insan-insan Tuhan yang penuh ambisi dan hawa nafsu tanpa berperi. Ia masih asli, orisinil karena ia memang Islamnya Muhammad, Sang Nabi yang langsung diberikan Tuhan.</p>
<p>Alhasil, Islam Pra Siffien akan menjadikan umat Islam berpikir, bertindak, dan berbuat tanpa atribut, label, atau embel-embel. Islam Pra Siffien akan meniadakan semua kelompok atau golongan. Tak ada lagi sebutan Islam Syiah, Islam Khawarij, Islam Sunni, Islam Wahabi, dan Islam-Islam yang lain. Bukankah Nabi Muhammad juga menginginkan umat Islam sebagai ummatan wahidah, umat yang satu?</p>
<p>Hingga kini, saya tidak tahu, apakah Buya Syafii masih terus mengkampanyekan gagasannya itu atau tidak. Hanya yang saya tahu, di tengah-tengah dakwah Islam, sekarang telah muncul sebuah gerakan dakwah yang mengajak umat Islam untuk kembali kepada warisan dan pemikiran generasi awal Islam, yakni generasi sahabat. Mereka menyebutnya sebagai Salafi.</p>
<p>Mirip dengan ide Islam Pra Siffien, dakwah Salafi mengajak umat Islam untuk ber-Islam seperti halnya para sahabat ber-Islam. Dari mulai berpikir, berbuat, bertindak, dan beramal; semua harus mengacu kepada generasi awal, yakni generasi sahabat. Kenapa sahabat? Karena para sahabatlah -dan bukan ulama, intelektual, pakar, ahli- yang pertama kali belajar Islam secara langsung dari sumbernya yang otentik, yakni Nabi Muhammad.</p>
<p>Apakah pemikiran Buya Syafii tentang Islam Pra Siffien seiring dan sebangun dengan dakwah Salafi? Seratus persen saya tidak yakin, bahkan seribu persen. Buya Syafii pasti akan menolak jika gagasan Islam Pra Siffien dianggap sama dengan dakwah Salafi. Demikian pula, para tokoh salafi di negeri kita pasti keberatan jika garis pemikirannya dinilai tak berbeda dengan pemikiran Buya Syafii.</p>
<p>Tak percaya? Tanya saja kepada kedua pihak itu! * * *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petisikotbah.wordpress.com/2393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petisikotbah.wordpress.com/2393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petisikotbah.wordpress.com/2393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petisikotbah.wordpress.com/2393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petisikotbah.wordpress.com/2393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petisikotbah.wordpress.com/2393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petisikotbah.wordpress.com/2393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petisikotbah.wordpress.com/2393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petisikotbah.wordpress.com/2393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petisikotbah.wordpress.com/2393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petisikotbah.wordpress.com/2393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petisikotbah.wordpress.com/2393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petisikotbah.wordpress.com/2393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petisikotbah.wordpress.com/2393/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2393&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petisikotbah.wordpress.com/2012/01/02/sunnah-syiah-dan-islam-pra-siffien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b946e4115a729e63e33461276f03ce73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petisikotbah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2012/01/islam2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Islam2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AKHIRNYA BUKU SAYA, &#8220;MASJID TANPA MUJAHID&#8221; TERBIT JUGA</title>
		<link>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/08/04/akhirnya-buku-saya-masjid-tanpa-mujahid-terbit-juga/</link>
		<comments>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/08/04/akhirnya-buku-saya-masjid-tanpa-mujahid-terbit-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 02:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit Widiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara BUDAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petisikotbah.wordpress.com/?p=2380</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Bukumu bikin aku mau menangis,&#8221; cetus seorang teman yang telah selesai membaca buku saya. Saya hanya tersenyum mendengar komentarnya dan menjawab singkat. &#8220;Padahal saya tidak berniat membuat buku yang bisa menjadikan orang menangis.&#8221; &#8220;Iya, tapi, bukumu juga bikin aku kadang tersenyum.&#8221; &#8220;Aduh, apalagi ini. Saya tidak berniat membuat buku yang menjadikan orang tersenyum.&#8221; Saya jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2380&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Bukumu bikin aku mau menangis,&#8221; cetus seorang teman yang telah selesai <a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/08/masjid-tanpa-mujahid-1.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-2381" title="masjid tanpa mujahid 1" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/08/masjid-tanpa-mujahid-1.jpg?w=150&#038;h=109" alt="" width="150" height="109" /></a>membaca buku saya. Saya hanya tersenyum mendengar komentarnya dan menjawab singkat.</p>
<p>&#8220;Padahal saya tidak berniat membuat buku yang bisa menjadikan orang menangis.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, tapi, bukumu juga bikin aku kadang tersenyum.&#8221;<span id="more-2380"></span></p>
<p>&#8220;Aduh, apalagi ini. Saya tidak berniat membuat buku yang menjadikan orang tersenyum.&#8221;</p>
<p>Saya jadi bingung dengan pernyataan teman saya itu. Sebenarnya, buku saya membuat dia menangis atau tersenyum?</p>
<p>Ah, biarlah kesan itu sepenuhnya menjadi rahasia teman saya. Buku saya dibaca dan dikomentari orang saja rasanya saya sudah bersyukur. <em>Wong</em> niat saya memang hanya mau bikin buku. Itu saja! Sederhanakan? Tapi, kenapa saya menuliskan kisah-kisah tentang seorang figur yang bernama &#8220;Pak Ustadz&#8221;?</p>
<p>Sejujurnya, dalam bayangan saya, seorang ustadz adalah seorang lelaki yang memiliki ketinggian akhlak, kesempurnaan ilmu dan keparipurnaan amal. Ia menjadi rujukan bagi siapa saja yang berkehendak untuk mendapatkan pencerahan dalam hidup. Ia tidak pernah mengusir seorang tamu yang datang, tetapi ia juga tidak pernah menolak undangan yang mampir.</p>
<p>Seorang ustadz adalah seorang manusia yang mampu “menutupi” segala kelemahan yang ada pada dirinya sebagai insan Tuhan. Ia marah, tapi tidak pernah terlihat mengumbar amarah. Ia sedih, namun ia selalu mampu mengekang segala derita dan airmata yang jatuh dari pipinya. Ia bercanda, tetapi ia cukup pandai menjaga hatinya agar tidak terjerembab ke dalam jerat “mematikan hati” seperti wasiat yang disabdakan Nabi.<a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/08/masjid-tanpa-mujahid-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2381" title="masjid tanpa mujahid 1" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/08/masjid-tanpa-mujahid-1.jpg?w=468&#038;h=342" alt="" width="468" height="342" /></a></p>
<p>Apakah saya telah menemukannya dalam kehidupan nyata? Entahlah. Saya memang pernah terlibat dalam berbagai macam kegiatan keagamaan saat saya masih kuliah di Yogya, dan bahkan hingga kini ketika saya bermukim di kota hujan, Bogor. Saya pernah mengikuti beragam kajian keagamaan dari mulai yang “keras” hingga yang “lembut”. Saya juga rajin mendengar dan mengamati “lalu-lalang” para ustadz dari medium komunikasi, seperti televisi, radio, majalah atau malah tatapan nyata mata.</p>
<p>Saya mengambil kesimpulan tidak ada figur yang ideal dari seorang ustadz. Masing-masing figur memiliki kekuatan dan kelemahannya. Ada yang memiliki retorika bagus, tapi lemah dalam penalaran. Ada yang kuat dalam pemahaman, namun menjemukan dalam penyampaian. Ada yang berlaku layaknya motivator jempolan, namun ternyata minus dalam pengetahuan ayat-ayat Al Qur’an.</p>
<p>Maka saya tidak menampik bila ada beberapa kisah dalam buku saya itu dituding sebagai, ah, ini khas penyelesaian ustadz A atau oh ya, ini kisah yang pernah dituturkan ustadz B, atau malah, walah ini sih kasusnya ustadz C. Sekali lagi, saya tidak menampik. Sebab, saya memang menuliskan semua itu dari hasil “perkelahian” yang seru dalam mata, benak, dan hati setelah mendengar, membaca, dan mengamati beragam peristiwa yang terjadi.</p>
<p>Saya hanya berpikir bahwa kisah-kisah yang saya tulis dapat memberi manfaat bagi orang lain. Saya tidak berharap tulisan-tulisan yang saya suguhkan dapat mengubah pandangan, sikap, atau tabiat seseorang. Jauh dari niat itu! Semacam renungan setelah membacanya lebih saya harapkan sebab dari renungan biasanya muncul sikap kritis, baik terhadap diri maupun terhadap isi tulisan.</p>
<p>&#8220;Tapi, kok namamu jadi A. Husna?&#8221; tanya teman saya lagi.</p>
<p>Kali ini saya tak menjawab. Biarlah itu menjadi rasa penasaran dirinya untuk terus menebak-nebak kenapa saya menggunakan nama A. Husna dalam buku itu.* * *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petisikotbah.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petisikotbah.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petisikotbah.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petisikotbah.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petisikotbah.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petisikotbah.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petisikotbah.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petisikotbah.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petisikotbah.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petisikotbah.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petisikotbah.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petisikotbah.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petisikotbah.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petisikotbah.wordpress.com/2380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2380&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/08/04/akhirnya-buku-saya-masjid-tanpa-mujahid-terbit-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b946e4115a729e63e33461276f03ce73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petisikotbah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/08/masjid-tanpa-mujahid-1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">masjid tanpa mujahid 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/08/masjid-tanpa-mujahid-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid tanpa mujahid 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;POKOKE&#8217; SLAMET&#8221;</title>
		<link>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/07/26/pokoke-slamet/</link>
		<comments>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/07/26/pokoke-slamet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 05:47:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit Widiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara BUDAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petisikotbah.wordpress.com/?p=2244</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ati-ati yo. Sing penting slamet&#8230;.&#8221; Begitulah pesan kedua orang tua saya, ayah dan ibu, setiap saya berpamitan kepada mereka untuk suatu urusan. Bahkan ketika usia saya mulai menuju garis setengah abad, pesan yang bermakna &#8220;hati-hati ya, yang penting selamat&#8221; tetap beliau ungkapkan. Bagi keduanya, itulah pesan yang pantas diberikan oleh setiap orang tua kepada anaknya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2244&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Ati-ati yo. Sing penting slamet&#8230;.&#8221;<a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/07/blangkon-jawa1.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-2374" title="blangkon-jawa1" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/07/blangkon-jawa1.jpg?w=120&#038;h=150" alt="" width="120" height="150" /></a></em></p>
<p>Begitulah pesan kedua orang tua saya, ayah dan ibu, setiap saya berpamitan kepada mereka untuk suatu urusan. Bahkan ketika usia saya mulai menuju garis setengah abad, pesan yang bermakna &#8220;hati-hati ya, yang penting selamat&#8221; tetap beliau ungkapkan. <span id="more-2244"></span>Bagi keduanya, itulah pesan yang pantas diberikan oleh setiap orang tua kepada anaknya, tanpa kecuali.</p>
<p>Dulu saya berpandangan pesan seperti itu merupakan buah tertinggi dari kasih orang tua kepada anaknya. Keselamatan menjadi bukti faktual bahwa orang tua tidak ingin kehilangan anaknya. Mereka boleh kehilangan harta, uang, rumah, atau barang berharga lainnya. Tapi, kehilangan anak? Wow! Sungguh sesuatu yang amat sangat harus dihindari. Kehilangan anak mungkin sama saja dengan kehilangan salah satu anggota tubuh mereka.</p>
<p>Jadi, betapa saya paham bagaimana perasaan kedua orang tua saya kepada saya kala pesan itu diucapkan. Mereka sejatinya sedang menabur benih cinta sebagai elemen paling utama dalam merangkai jembatan hubungan yang abadi antara orang tua-anak. Mereka berharap anaknya memahami bahwa kasih tertinggi orang tua kepada anaknya adalah saat orang tua memesankan kata &#8220;selamat&#8221; dan bukan kata yang lain.</p>
<p>Secara tersirat, pesan itu mengesahkan kecenderungan orang Jawa kepada filosofi <em>ngalah </em>(mengalah) dalam berhadapan dengan pihak lain.<em> Ngalah</em> dimaknai sebagai keharusan untuk menghindari konflik atau bersitegang dengan pihak lain. Bahkan seandainya pun terjadi, maka konflik yang tersulut akan mudah terselesaikan jika kita memahami dan melaksanakan filosofi <em>ngalah</em>. Harmonisasi antardua pihak menjadi yang utama dibanding konflik.</p>
<p>Dalam filosofi<em> ngalah</em> kita merasa tidak perlu merasa kalah meski kita mendudukan diri bukan dalam posisi &#8220;pemenang&#8221;. Bahkan bagi kebanyakan orang Jawa<em>, ngalah</em> merupakan refleksi kerendahhatian seseorang saat berhadapan dengan pihak lain. Dengan <em>ngalah</em>, jaminan keselamatan akan diraih tanpa merasa perlu berhadap-hadapan dengan pihak lain yang mungkin lebih kuat atau bisa juga lebih lemah.</p>
<p>Seandainya pun <em>ngalah</em> tidak membawa hasil, kita masih memiliki kiat mendapatkan keselamatan pada filosofi <em>ngalih</em>. <em>Ngalih</em> bermakna berpindah tempat. Namun, <em>ngalih</em> sejatinya tidak melulu berpindah tempat karena ngalih juga membawa seseorang pada suasana baru yang berbeda dengan suasana sebelumnya yang -mungkin- penuh intrik, hasut, dan fitnah. Dengan <em>ngalih</em>, orang akan terjamin keselamatannya karena ia sengaja menghindar dari tempat dan persoalan yang mendera.</p>
<p>Lalu, apa yang akan dilakukan jika <em>ngalih</em> dan <em>ngalah</em> sudah dilakukan, tetapi jaminan keselamatan masih tetap saja belum didapat?</p>
<p><em>Ngamuk</em>! Ya, orang Jawa memilih mengamalkan ajaran, <em>ngamuk</em>. <em>Ngamuk</em> memiliki banyak makna. <em>Ngamuk</em> bermakna marah, melawan dengan sekuat tenaga, dan tidak mau tinggal diam dengan segala persoalan yang ada. <em>Ngamuk</em> merupakan pilihan yang tersisa dan terakhir yang harus dilakukan demi menjaga keselamatan dirinya. Juga harga dirinya! Batas dirinya yang terus &#8220;diinjak-injak&#8221; hanya bisa ditegakkan bila kita melawan hingga darah penghabisan.</p>
<p>Sebagai orang Jawa, saya yakin filosofi itu mampu mendudukan pesan orang tua dan anak pada posisi yang tepat. Karenanya, pesan keselamatan berupa &#8220;pokoke slamet&#8221; akan terjaga bila kita mengiringinya dengan pemahaman yang tepat terhadap filosofi <em>ngalah, ngalih, </em>dan<em> ngamuk</em>.  Bagaimanapun juga, filosofi itulah yang seringkali dipersepsikan sebagai akar dari kesabaran yang dikonotasikan melekat pada orang Jawa.</p>
<p>Karena itu, saya sedikit tidak percaya jika filosofi &#8220;pokoke slamet&#8221; dan <em>ngalah, ngalih, </em>serta<em> ngamuk</em> itu justru malah dianggap sebagai faktor utama yang menjadikan orang Jawa susah untuk diajak maju. Adalah Prof. James C. Scott, seorang Antropolog dan Guru Besar Yale University yang mengemukakan. Apa alasannya? Kata Scott, karena filosofi itu membuat kebanyakan orang Jawa tidak pernah berani mengambil risiko dalam menjalani hidup. Mereka hanya berpikir &#8220;pokoke slamet&#8221; alias yang penting selamat.</p>
<p>Saya tersenyum masam mendengar alasan Prof. Scott. Namun, diam-diam saya berusaha mengamati orang-orang Jawa yang berada di lingkaran saya, seperti teman-teman, sahabat, juga kerabat dan saudara. Tak hanya itu karena saya juga mengamati perilaku pemimpin tertinggi kita yang kebetulan adalah orang Jawa, sang Presiden SBY. Tiba-tiba saya ingin tersenyum sendiri. Ah, <em>safety player</em>, memang bukan <em>risk taker</em>.* * *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petisikotbah.wordpress.com/2244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petisikotbah.wordpress.com/2244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petisikotbah.wordpress.com/2244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petisikotbah.wordpress.com/2244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petisikotbah.wordpress.com/2244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petisikotbah.wordpress.com/2244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petisikotbah.wordpress.com/2244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petisikotbah.wordpress.com/2244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petisikotbah.wordpress.com/2244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petisikotbah.wordpress.com/2244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petisikotbah.wordpress.com/2244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petisikotbah.wordpress.com/2244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petisikotbah.wordpress.com/2244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petisikotbah.wordpress.com/2244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2244&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/07/26/pokoke-slamet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b946e4115a729e63e33461276f03ce73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petisikotbah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/07/blangkon-jawa1.jpg?w=120" medium="image">
			<media:title type="html">blangkon-jawa1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YAZID JAWAS; Penguasaan yang Menggiurkan</title>
		<link>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/07/18/yazid-jawas-penguasaan-yang-menggiurkan/</link>
		<comments>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/07/18/yazid-jawas-penguasaan-yang-menggiurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 06:53:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit Widiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petisikotbah.wordpress.com/?p=2009</guid>
		<description><![CDATA[Nada bicaranya lugas, tegas, dan terkesan apa adanya. Segala persoalan Islam dan umat Islam yang mampir ke pundaknya akan ia jawab tuntas sepanjang ia memahaminya. Kalaupun ia tak memahami, ia tak pernah berusaha menutupi-nutupi. Apalagi dengan jalan berkilah atau &#8220;memutar-mutar&#8221; seperti umumnya para intelektual dan kaum agamawan yang berkibar di negeri ini. Ustadz Yazid bin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2009&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2074" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2010/10/yazid-a.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-2074" title="Yazid-a" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2010/10/yazid-a.jpg?w=150&#038;h=137" alt="" width="150" height="137" /></a><p class="wp-caption-text">Ustadz Yazid Jawas</p></div>
<p>Nada bicaranya lugas, tegas, dan terkesan apa adanya. Segala persoalan Islam dan umat Islam yang mampir ke pundaknya akan ia jawab tuntas sepanjang ia memahaminya. Kalaupun ia tak memahami<span id="more-2009"></span>, ia tak pernah berusaha menutupi-nutupi. Apalagi dengan jalan berkilah atau &#8220;memutar-mutar&#8221; seperti umumnya para intelektual dan kaum agamawan yang berkibar di negeri ini.</p>
<p>Ustadz Yazid bin Abdulqodir Jawas, begitu nama lengkapnya. Orang-orang yang familiar dengannya memanggil ia dengan sebutan Ustadz Yazid. Orang-orang yang tidak begitu familiar biasanya akan mengikuti sebutan itu sekiranya mereka kemudian aktif mengikuti kajian-kajian Islam yang diberikan olehnya. Sebutan kyai tak pernah disematkan kepadanya meski ia adalah pengasuh pondok pesantren Minhajus Sunnah di kota Bogor.</p>
<p>Tubuh Ustadz Yazid sedikit menjulang, cukup tinggi untuk ukuran orang Indonesia yang biasanya bertubuh sedang atau pendek. Penampilan Ustadz Yazid selalu khas, pakaian jubah putih yang menjuntai di atas mata kaki ditambah dengan jenggot yang cukup panjang menghiasi dagunya. Tanda kehitaman bekas sujud tampak jelas di keningnya.</p>
<p>Saya pertama kali mendengar namanya pada akhir tahun 80-an sewaktu masih bermukim di Yogyakarta sebagai mahasiswa di tahun permulaan. Nama Ustadz Yazid berkibar seiring dengan tumbuhnya mazhab Salafi yang mulai merambah di kampus-kampus, seperti UGM, UNY, atau yang lainnya. Nama Ustadz Yazid sejajar dengan para tokoh salafi yang lain, seperti Jafar Umar Thalib, Abu Nida, atau Abdul Hakim Abdat.</p>
<p>Meski sejajar,  Ustadz Yazid dinilai memiliki &#8220;keistimewaan&#8221; lebih terutama pada penguasaan ilmu yang menjadi materi atau bahan kajiannya. Jika ustadz-ustadz yang lain kadang bergantung pada sebuah kitab saat mengupas materi kajian, maka Ustadz Yazid berbeda. Ia justru seringkali tidak membawa kitab, kecuali catatan-catatan kecil yang menjadi rujukannya, meski yang dibahas sebenarnya merupakan isi dari sebuah kitab.</p>
<p>&#8220;Jangan lupa bawa Bulughul Maram ya. Nanti Ustadz Yazid yang akan membahasnya. Tapi, lihat saja. Ustadz Yazid biasanya tak akan membawa kitab itu. Ia sudah hafal di luar kepala, &#8221; pesan seorang mentor kepada saya ketika saya hendak mengikuti acara daurah di Pesantren Ibnul Qoyyim, Bantul, Yogyakarta di awal tahun 1990.</p>
<p>Sayang, daurah yang berlangsung selama sebulan lebih dan berlangsung di tempat yang aman dan nyaman itu gagal menghadirkan Ustadz Yazid. Ia berhalangan hadir ketika itu sehingga saya dan teman-teman tidak sempat melihat wajahnya untuk yang pertama kali. Meskipun demikian, kenangan tentang ucapan sang mentor itu terus terngiang-ngiang di telinga saya sejak saat itu, bahkan hingga sekarang, 21 tahun kemudian.</p>
<p>Syukurlah, beberapa bulan yang lalu saya baru bisa bertemu dan menatap wajah Ustadz Yazid, dan bahkan sempat bercakap-cakap dengannya walau hanya sesaat. Itu terjadi setelah saya dan istri saya hadir dalam sebuah kesempatan pengajian dwimingguan di tempat istri saya bekerja, yakni sebuah kantor kementerian di negeri ini. Takjub! Benar, saya dibuat takjub! Ucapan &#8220;mentor&#8221; saya itu ternyata terbukti.</p>
<p>Sepanjang waktu kajian yang berlangsung sekitar dua jam, Ustadz Yazid seolah-olah menyihir jamaah pengajian yang berjumlah sekitar 30-an orang. Hanya berbekalkan semacam tulisan-tulisan dalam sebuah buku kecil, Ustadz Yazid membedah materi &#8220;Keluarga Sakinah&#8221; layaknya ia menjabarkan materi yang tercantum dalam kitab-kitab besar. Semua ayat Qur&#8217;an dan sunnah Nabi meluncur dari bibirnya tanpa sekalipun ia kepleset lidah. Semua dihafalnya!</p>
<p>Lepas dari pengajian saya tak berkomentar banyak ketika dalam perjalanan pulang istri saya nyeletuk dengan pertanyaan ringan.</p>
<p>&#8220;Mas, siapa tadi nama ustadznya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ustadz Yazid Jawaz. Kenapa memang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ibu-ibu sampai melongo saat mendengarkan ceramahnya. Setiap yang diomongkan selalu disertai ayat-ayat. Seperti nggak ada omongannya yang nggak dilandasi ayat-ayat Qur&#8217;an atau hadist Nabi.&#8221;</p>
<p>Aku hanya tersenyum mendengar ucapan istri saya.</p>
<p>&#8220;Mas kenal dan tahu beliau?&#8221;</p>
<p>Saya tak menjawab dan memang tidak ingin menjawab pertanyaan yang seperti itu. Sebab, jika saya menjawab pasti serbuan pertanyaan akan mendera ke arah saya tanpa saya pahami apakah jawaban saya benar, mendekati benar, salah, atau malah salah sekali.</p>
<p>Jujur, saya tak ingin membahas Ustadz Yazid hanya berbekal gosip yang tertulis di website-website media on line. Biarlah semua itu menjadi bahasan orang lain yang lebih paham. Sedangkan saya? Cukuplah saya mendengar kata-kata hikmah yang keluar dari benak, hati, dan bibirnya.* * *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petisikotbah.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petisikotbah.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petisikotbah.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petisikotbah.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petisikotbah.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petisikotbah.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petisikotbah.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petisikotbah.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petisikotbah.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petisikotbah.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petisikotbah.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petisikotbah.wordpress.com/2009/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petisikotbah.wordpress.com/2009/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petisikotbah.wordpress.com/2009/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2009&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/07/18/yazid-jawas-penguasaan-yang-menggiurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b946e4115a729e63e33461276f03ce73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petisikotbah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2010/10/yazid-a.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Yazid-a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CINTA CHARLES, CINTA AA&#8217; GYM</title>
		<link>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/07/12/cinta-pangeran-charles-cinta-aa-gym/</link>
		<comments>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/07/12/cinta-pangeran-charles-cinta-aa-gym/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 03:14:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit Widiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara BUDAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petisikotbah.wordpress.com/?p=2357</guid>
		<description><![CDATA[Pada setiap zaman, orang selalu punya alasan yang berbeda untuk jatuh cinta! Saya suka kata-kata ini. Karena itu, sengaja saya kutip kata-kata yang diucapkan oleh Monita (Wulan Guritno) kepada Nagabonar (Deddy Mizwar) dari film Nagabonar Jadi 2 sebagai pembuka tulisan. Bukan sebagai fokus utama, melainkan kunci untuk memahami perangai dan watak, sifat dan tindak tanduk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2357&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada setiap zaman, orang selalu punya alasan yang berbeda untuk jatuh cinta! <a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/06/prince-charles01.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-2361" title="prince-charles01" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/06/prince-charles01.jpg?w=150&#038;h=80" alt="" width="150" height="80" /></a>Saya suka kata-kata ini. Karena itu, sengaja saya kutip kata-kata yang diucapkan oleh Monita (Wulan Guritno)<span id="more-2357"></span> kepada Nagabonar (Deddy Mizwar) dari film <em>Nagabonar Jadi 2</em> sebagai pembuka tulisan. Bukan sebagai fokus utama, melainkan kunci untuk memahami perangai dan watak, sifat dan tindak tanduk seseorang.</p>
<p>Mari kita mulai dengan Pangeran Charles, calon pewaris takhta Inggris yang entah kapan ia akan dinobatkan sebagai raja, pengganti Ratu Elizabeth II yang sudah mulai uzur. Bagi sebagian orang, Charles adalah seorang yang idealistis. Tetapi -tentu- dalam urusan cinta. Cintanya begitu kuat, tak pernah pudar ditelan badai topan laut atau apapun juga. Cintanya juga tak pernah terlindas oleh zaman, meski zaman terus berputar dan berputar.</p>
<p>Cinta Charles bukan kepada istrinya yang sah, melainkan kepada Camilla Rosemary Mountbatten-Windsor. Cinta mereka bak api yang tak pernah padam meski Camilla sudah menjadi nyonya Parker Bowles dan memiliki dua orang anak, sedangkan Charles telah bergandengan tangan dengan Lady Diana Spencer, juga menghasilkan dua buah hati. Konon, cinta Charles dan Camilla sudah tumbuh dan berkembang sejak keduanya masih remaja.</p>
<p>Apa yang kurang dari seorang Lady Diana, mantan istri Pangeran Charles yang kini sudah almarhumah akibat tragedi kecelakaan di <em>underpass</em> Pont de l’Alma, hingga dia gagal membelokkan cinta Chales dari Camilla?</p>
<p>Diana Francis Spencer merupakan Cinderella abad ke-20.  Tak ada seorang pun yang tidak mengagumi pesona kecantikannya. Majalah kecantikan, koran gosip, pakar kepribadian, perancang mode; semuanya mengagumi Diana. Semua lagak laku Diana menjadi bahan pembicaraan orang di seantero dunia. Semua perempuan menginginkan seperti dia karena para perempuan itu yakin kecantikan Diana itulah yang menjadikan media menyorotnya.</p>
<p>Fisik Diana jauh di atas Camilla, dan bahkan -mungkin- di atas rata-rata perempuan lain. Matanya indah dengan leher yang jenjang.  Ia mempunyai ukuran vital 35-24-35 dengan tinggi 178 cm dan berat 57 kg.  Sang putri Diana termaktub sebagai citra anggun wanita modern yang sulit ditandingi. Putri-putri kerajaan lain dibuat iri karena Diana hampir selalu menjadi fokus perhatian.</p>
<p>Ironisnya, dengan segala kesempurnaan diri dan pesonanya itu, di mata dirinya sendiri, Diana tak cukup mampu memalingkan Charles dari Camilla. Dalam wawancara dengan Martin Bashir dari televisi BBC di tahun 1995, secara jujur Diana mengakui bahwa &#8220;kamarnya&#8221; terlalu sesak dihuni oleh tiga orang untuk menyindir Camilla yang masih terus berhubungan dengan suaminya. Dunia pun terperangah!</p>
<p>Berbeda dengan Pangeran Charles yang idealistis, Aa Gym adalah seorang yang realistis. Ia tidak mau terlalu tunduk kepada cita-citanya, tentu dalam urusan cinta. Orang yang realistis adalah orang yang berpikir dan bertindak atas dasar fakta atau kenyataan yang wajar. Karena itu, orang yang realistis dianggap lebih &#8220;jujur&#8221; dan apa adanya dibanding orang yang idealistis.</p>
<p>Aa Gym jauh lebih &#8220;jujur&#8221; dibanding Pangeran Charles. Aa Gym jatuh cinta lagi kepada Teh Rini yang jauh lebih muda dan jauh lebih cantik dibanding Teh Ninih, tentu dalam ukuran fisik. Dengan yang lebih muda dan lebih cantik Aa Gym tengah mengikuti alur pandangan umum bahwa yang lebih muda dan lebih cantik pastilah lebih menyenangkan, lebih menggairahkan.</p>
<p>Dalam urusan cinta, Aa&#8217; Gym menganut alur pemikiran yang wajar sehingga ia layak disebut sebagai pribadi yang realistis. Ia tidak neko-neko, mengada-ada. Ia mengikuti mata hatinya. Saat mata hatinya berucap, ayo jatuh cinta! Ayo jatuh cinta! Maka saat itu pula Aa Gym mengamininya dengan tulus ikhlas. Ia tidak berusaha mengabaikan, apalagi sampai menolak perasaan yang datang secara tiba-tiba itu.</p>
<p>Andaikata, sekali lagi andaikata, Aa&#8217; Gym jatuh cinta lagi kepada perempuan yang jauh lebih tua, jauh lebih &#8220;rendah&#8221; kecantikan fisiknya dibanding Teh Ninih, entah apa yang akan terjadi ketika itu. Mungkin Aa Gym akan dikenang sebagai pribadi yang idealistis. Bahkan saat klaim-klaim agama ditautkan, Aa&#8217; Gym akan dicatat sebagai satu dari banyak ulama &#8220;penjaga sunah&#8221; karena dalam hal berpoligami pun ia mengikuti &#8220;sunah&#8221; Nabi.</p>
<p>Kita memang tidak tahu apa yang menjadikan tiba-tiba Aa Gym jatuh cinta kepada Teh Rini, seperti halnya juga kita tidak paham kenapa Pangeran Charles tetap mengobarkan bara cintanya kepada Camilla. Urusan cinta sesungguhnya urusan yang bersifat sangat pribadi sehingga kejujuran yang bagaimanapun juga dan tersingkap di media massa, itu hanya merupakan lakon kecil yang tidak kuasa menyingkap lakon besar manusia, yakni hati nurani.</p>
<p>Maka benar pernyataan Monika di atas bahwa pada setiap zaman, orang selalu punya alasan yang berbeda untuk jatuh cinta. Namun, pernyataan itu sejatinya jauh lebih benar jika disambung dengan kata-kata; namun, pada setiap zaman pula banyak orang yang tidak tahu dan tidak paham kenapa seseorang bisa jatuh cinta! * * *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petisikotbah.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petisikotbah.wordpress.com/2357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petisikotbah.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petisikotbah.wordpress.com/2357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petisikotbah.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petisikotbah.wordpress.com/2357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petisikotbah.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petisikotbah.wordpress.com/2357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petisikotbah.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petisikotbah.wordpress.com/2357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petisikotbah.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petisikotbah.wordpress.com/2357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petisikotbah.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petisikotbah.wordpress.com/2357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2357&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/07/12/cinta-pangeran-charles-cinta-aa-gym/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b946e4115a729e63e33461276f03ce73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petisikotbah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/06/prince-charles01.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">prince-charles01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OBAMA, OSAMA, DAN&#8230;.. OZAWA!</title>
		<link>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/05/03/obama-osama-dan-ozawa/</link>
		<comments>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/05/03/obama-osama-dan-ozawa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 06:06:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit Widiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petisikotbah.wordpress.com/?p=2342</guid>
		<description><![CDATA[Osama bin Laden tewas! Begitu sepenggal berita yang diwartakan  oleh Presiden AS Barack Obama pada Minggu (1/5/2011) malam waktu AS (Senin pagi WIB), dalam pidato televisi yang disiarkan langsung. Osama tewas dalam penggerebekan pasukan elit AS, SEAL Team (ST) 6 pada Senin (2/5/2011) dini hari waktu Pakistan di sebuah rumah di kota Abbottabad, Pakistan. Pasukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2342&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/05/osama-bin-laden.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2343" title="Osama bin Laden" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/05/osama-bin-laden.jpg?w=110&#038;h=150" alt="" width="110" height="150" /></a>Osama bin Laden tewas! Begitu sepenggal berita yang diwartakan  oleh Presiden AS Barack Obama pada Minggu (1/5/2011) malam waktu AS (Senin pagi WIB), dalam pidato televisi yang disiarkan langsung. Osama tewas dalam penggerebekan pasukan elit AS, SEAL Team (ST) 6 <span id="more-2342"></span>pada Senin (2/5/2011) dini hari waktu Pakistan di sebuah rumah di kota Abbottabad, Pakistan.</p>
<p>Pasukan ST 6 hanya membutuhkan waktu 40 menit untuk melumpuhkan Osama. Mereka berhasil menembak Osama tepat di kepalanya meskipun figur yang disebut sebagai dalang aksi teror di hampir seluruh bagian dunia itu telah menggunakan badan seorang perempuan sebagai tameng. Osama tewas bersama istri muda dan anaknya serta dua kurir beserta keluarganya.</p>
<p><strong>Keraguan terhadap AS</strong></p>
<p>Tewasnya Osama membuat serentak dunia bersorak. Jutaan umat manusia seolah berharap, kematian Osama akan membuat dunia menjadi lebih adil, manusiawi, dan damai. Sebab, siapa lagi biang kerok tidak adilnya dunia, biang kerok tidak manusiawinya dunia, dan biang kerok tidak damainya dunia, selain pria berkebangsaan Arab Saudi yang -konon- penganut paham wahabi itu.</p>
<p>Bagi AS, Osama adalah tokoh di balik serangan terhadap menara kembar World Trade Center (WTC) di New York dan Pentagon di Amerika Serikat pada 11 September 2001. Serangan dengan menabrakkan pesawat terbang itu meluluhlantakkan bangunan megah WTC dan menewaskan sekurang-kurangnya 3.000 orang. Dunia pun dibuat terhenyak. Namun, dunia juga dibuat bertanya-tanya.</p>
<p>Bagaimana mungkin Amerika Serikat sebagai negara yang memiliki pertahanan terbaik di dunia bisa &#8220;disikat&#8221; para teroris di depan hidungnya sendiri? Mengapa intelijen AS gagal mendeteksi secara dini hingga serangan mendadak dan tiba-tiba itu akhirnya muncul? Apa sebenarnya yang terjadi di balik persitiwa runtuhnya gedung WTC?</p>
<p>AS tidak berkehendak menjawab keraguan publik. AS justru menuding seorang tokoh bernama Osama bin Laden berada di balik serangan yang tidak berperi kemanusiaan itu. Bersama organisasinya yang bernama Tandzim Al Qaeda, Osama melancarkan serangan teror ke AS. Tapi, dunia lagi-lagi dibuat bertanya-tanya. Siapa itu Osama bin Laden dan apa itu organisasi Tandzim Al Qaeda?</p>
<p>Seperti sebelumnya, AS tidak mempedulikan pertanyaan dan reaksi publik dunia. Osama dan Al Qaeda menjadi tujuannya. Afghanistan yang dituduh menjadi markas Osama dan Al Qaeda digempur habis-habisan sebelum akhirnya dikuasai. Irak yang bertetangga dengan Afghanistan kena imbasnya. Rezim Saddam Husein yang otoriter dituduh menyimpan senjata nuklir dan menjadi bagian dari gerakan teroris dunia. Saddam Husein dijatuhkan dan Irak dikuasai.</p>
<p>AS tak pernah berhenti berusaha memerangi gerakan teroris. Namun, lama kelamaan strategi politik AS mulai ketahuan belangnya. Irak ternyata sama sekali tak memiliki kemampuan untuk membuat peralatan nuklir. Saddam Husein juga terbukti bukan sekutu Osama. Bahkan, Osama mulanya adalah &#8220;sahabat&#8221; karib keluarga Presiden George W. Bush dalam perkara bisnis minyak. Nyatalah bahwa politik luar negeri AS tak lain hanyalah politik luar negeri yang penuh kebohongan belaka.</p>
<p>Maka, tewasnya Osama bin Laden seperti diwartakan oleh Presiden Obama menjadi tanda tanya besar di benak publik. Apalagi AS secara tergesa-gesa dan dalam waktu 24 jam langsung membenamkan jazad Osama ke laut. Pertanyaan yang menggelitik adalah betulkah Osama bin Laden, tokoh yang dianggap sebagai pentolan teroris dunia benar-benar sudah tewas dalam peristiwa penyerangan di Pakistan itu?</p>
<div id="attachment_2344" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/05/911_wtc.jpg"><img class="size-full wp-image-2344" title="911_wtc" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/05/911_wtc.jpg?w=468&#038;h=312" alt="" width="468" height="312" /></a><p class="wp-caption-text">Gedung WTC yang luluh lantak</p></div>
<p><strong>Kematian yang Kedua?</strong></p>
<p>Salah seorang tokoh yang -mungkin- tidak percaya dengan pernyataan Obama adalah Profesor David Ray Griffin, profesor agama dan teologi di Claremont School of Theology, California (AS). Dalam bukunya yang berjudul <em>Osama bin Laden, Dead or Alive?</em> Griffin berpendapat bahwa Osama sejatinya telah meninggal dunia pada tahun 2001 saat tentara AS membombardir kawasan Pegunungan Tora Bora, yang berada di daerah perbatasan Waziristan.</p>
<p>Seperti diwartakan <em>Koran Tempo</em>, Griffin menunjukkan tiga bukti yang memperkuat teorinya itu. <strong>Pertama</strong>, 19 Januari 2002, Presiden Pakistan Pervez Musharraf yang diwawancarai <em>CNN</em> telah menyatakan bahwa, &#8220;Menurut saya, terus terang saja, dia sudah meninggal sekarang karena penyakit ginjal. Gambar-gambar Osama sebelum ini menunjukkan kondisi fisiknya yang sangat lemah.&#8221;</p>
<p><strong>Kedua</strong>, Osama menderita penyakit saluran kencing yang berkaitan dengan ginjal jauh sebelum peristiwa 11 September terjadi. &#8220;Bahkan dia menjadi pasien rumah sakit Amerika Serikat di Dubai pada Juli 2001,&#8221; ujar Griffin. Pada saat itu Osama sudah memesan mesin dialisis (cuci darah) yang <em>mobile</em> untuk dibawa pulang ke Afganistan.</p>
<p>&#8220;Bagaimana mungkin seorang buron kakap di pegunungan bersalju yang berat, berpindah-pindah dengan mesin dialisis yang membantu keberlangsungan hidupnya?&#8221; ujar Griffin mengutip seorang dokter yang menyatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, artikel di koran Mesir, <em>Al-Wafid,</em> pada 26 Desember 2001 yang mengutip pernyataan seorang pejabat Taliban senior bahwa Osama telah meninggal dunia dan dikuburkan pada 13 Desember 2001. &#8220;Pemakamannya dihadiri sekitar 30 anggota Al-Qaidah,&#8221; tulis <em>Al-Wafid</em>.</p>
<p>Jelaslah, tewasnya Osama niscaya akan menyisakan ribuan pertanyaan yang terus bersembunyi di balik benak publik dunia. Ada apa ini sebenarnya? Apalagi, muncul tuduhan bahwa momentum kematian Osama memiliki signifikansi yang erat dengan turunnya reputasi Presiden Obama dalam kaitannya dengan kebijakan politik luar negeri AS yang dinilai lemah dan kurang memiliki bobot.</p>
<p>Meski demikian, AS memang negeri yang patut dijadikan sebagai &#8220;contoh&#8221; bagi negeri-negeri lain. Karena, jika sudah berbicara mengenai persoalan kepentingan dalam negerinya, AS rela berbuat apa saja, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Bagi pemerintah AS, yang terpenting adalah rakyatnya terpenuhi segala kebutuhan pokok hidupnya sehingga problema kemiskinan, pengangguran, dan kelaparan tidak dikenal lagi.</p>
<p>Dalam konteks ini, dunia sebenarnya tidak mungkin menjadi lebih adil, lebih manusiawi, dan lebih damai sepeninggal Osama. Sebagai negara yang paling superior, AS justru tak ragu untuk melakukan praktik kebohongan publik demi kepentingan dirinya sendiri. Akibatnya, tak sedikit orang yang menjuluki AS sebagai teroris yang sesungguhnya yang bahkan lebih berbahaya daripada teroris-teroris yang lain.</p>
<p>Dalam bahasa yang sederhana, strategi kebijakan politik Obama mirip dengan strategi bisnis produser film Ozawa (Maria Ozawa alias Miyabi). Mereka sama-sama menjual sejumlah &#8220;kebohongan&#8221;. Dari kebohongan itu mereka meraup keuntungan yang jumlahnya berlipat ganda.  Jadi, bagaimana mungkin segala bentuk kebaikan, seperti dunia yang damai, adil, dan manusiawi akan muncul dari balik sebuah kebohongan? * * *</p>
<p>Sumber gb: http://chroniclesofmanu.files.wordpress.com/2010/09/911_wtc.jpg</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petisikotbah.wordpress.com/2342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petisikotbah.wordpress.com/2342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petisikotbah.wordpress.com/2342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petisikotbah.wordpress.com/2342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petisikotbah.wordpress.com/2342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petisikotbah.wordpress.com/2342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petisikotbah.wordpress.com/2342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petisikotbah.wordpress.com/2342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petisikotbah.wordpress.com/2342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petisikotbah.wordpress.com/2342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petisikotbah.wordpress.com/2342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petisikotbah.wordpress.com/2342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petisikotbah.wordpress.com/2342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petisikotbah.wordpress.com/2342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2342&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/05/03/obama-osama-dan-ozawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b946e4115a729e63e33461276f03ce73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petisikotbah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/05/osama-bin-laden.jpg?w=110" medium="image">
			<media:title type="html">Osama bin Laden</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/05/911_wtc.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">911_wtc</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>POLITIK BANAL DAN POLITIK BINAL</title>
		<link>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/04/26/politik-banal-dan-politik-binal/</link>
		<comments>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/04/26/politik-banal-dan-politik-binal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 08:08:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit Widiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petisikotbah.wordpress.com/?p=2311</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan terjadi peristiwa seperti ini. Natsir yang pentolan Partai Masyumi tiba-tiba menghentak suara publik politik di tanah air dengan menyatakan diri berpindah ke PNI yang dipimpin Sukarno. Mungkinkah terjadi peristiwa seperti ini? Apakah yang akan terjadi pada publik politik kita seandainya peristiwa seperti itu benar-benar terjadi? Syukurlah, peristiwa seperti itu tidak pernah terjadi dan memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2311&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bayangkan terjadi peristiwa seperti ini. Natsir yang pentolan Partai<a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/ideology.png"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-2330" title="ideology" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/ideology.png?w=111&#038;h=150" alt="" width="111" height="150" /></a> Masyumi tiba-tiba menghentak suara publik politik di tanah air dengan menyatakan diri berpindah ke PNI yang dipimpin Sukarno<span id="more-2311"></span>. Mungkinkah terjadi peristiwa seperti ini? Apakah yang akan terjadi pada publik politik kita seandainya peristiwa seperti itu benar-benar terjadi?</p>
<p>Syukurlah, peristiwa seperti itu tidak pernah terjadi dan memang tidak akan pernah terjadi dalam dunia politik kita. Natsir tidak mungkin pindah ke PNI, sebaliknya Sukarno tidak mungkin menyeberang ke Masyumi. Tapi, apa yang menyebabkan  peristiwa seperti itu tidak pernah terjadi dalam dunia politik kita di era tahun 50-an saat demokrasi parlementer berjaya?</p>
<p>Ideologi! Natsir dan Sukarno sangat paham makna ideologi dalam sebuah partai politik. Ideologi tak sekadar gagasan atau ide yang digunakan sebagai cara memandang terhadap suatu persoalan, tetapi ideologi juga menyangkut visi dan arah pergerakan yang hendak dituju dalam membangun basis kemasyarakatan. Karenanya, ideologi di benak Sukarno dan Natsir, juga merupakan prakxis, tak hanya teoritis di awang-awang.</p>
<p>Ideologi layaknya sebuah tawaran perubahan yang berbendera. Para tokoh politik hendak menawarkan kepada publik bagaimana, mengapa, dan dengan apa masyarakat harus berubah demi mencapai perbaikan kehidupan. Tapi, ideologi juga tak ubahnya sebuah jalan. Publik harus menapaki jalan itu yang terkadang terjal dan licin, banyak rintangan dan halangan, bahkan terletak di tepi jurang. Karena itu, ideologi selalu memerlukan fanatisme dan militansi dari para pendukungnya.</p>
<p>Sukarno menawarkan marheinisme, sedangkan Natsir memberikan jalan Islam. Keduanya berbeda sehingga tidak mungkin Sukarno dan Natsir bergabung atau bertukar partai. Masing-masing memiliki keyakinan dan jalannya sendiri-sendiri. Sukarno meletakkan <em>wong cilik</em> sebagai basis perjuangan lewat &#8220;pitutur&#8221; Marxis sebagai sumber gagasannya, sebaliknya Natsir meletakkan Islam sebagai sumber konsep dan etik dalam penegakan perjuangannya.</p>
<p><a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/spongbob.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2331" title="spongbob" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/spongbob.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Politisi berkarakter semacam Natsir dan Sukarno tidak mungkin akan berpindah partai. Mereka tak mungkin menjadi &#8220;kutu loncat&#8221; yang dapat berubah haluan dari satu kendaraan ke kendaraan yang lain hingga akhirnya menjadi &#8220;kutu busuk&#8221;. Bagi mereka, politik dengan ideologi adalah keniscayaan. Sebaliknya, politik nir ideologis adalah fiksi, semu, tak masuk akal. Bagaimana mungkin orang berpolitik jika tidak memiliki ideologi sebagai landasan dalam perjuangannya?</p>
<p>Namun, inilah yang terjadi pada dunia politik kita sekarang. Orang bebas masuk, tapi orang juga bebas ke luar dari partai. Orang boleh mendirikan partai, namun orang juga bebas membubarkan partai. Ideologi telah dikesampingkan menjadi sebuah benda yang asing, aneh, dan haram disentuh. Politisi yang berideologi dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Politisi masa kini adalah politisi yang mesti paham terhadap politik sebagai sebuah industri massa.</p>
<p>Akibatnya, politik sekarang ini tak lebih sebagai ajang perjudian yang sarat dengan sikap spekulatif, transaksional, dan sekaligus pragmatis. Spekulatif karena politik hanya memerlukan pendapat tanpa didasari fakta sahih, selain untung-untungan belaka. Transaksional sebab politik kerap diibaratkan sebagai proses jual-beli antara dua pihak atau lebih. Pragmatis karena politik jauh dari kesan cita-cita mulia dan idealitas sikap, kecuali untung rugi belaka.</p>
<p>Tak heran bila wajah politik di negeri kita jauh dari indah apalagi rupawan. Wajah politik kita adalah wajah politik yang banal. Banal sistem dan hasilnya, banal pelaku dan perangainya. Tak ada keelokan dan keindahan di sana. Segala proses politik kebangsaan dan kenegaraan dihasilkan dari sebuah konstruk pikiran yang korup dan dangkal. Dengan nalar yang sehat, sulit bagi publik untuk dapat menerima segala proses politik yang terjadi.</p>
<p>Bagaimana logika kita mesti menerima jika lembaga legislatif berkehendak untuk membangun gedung supermegah berbiaya Rp.1,6 trilyun sementara kemiskinan dan pengangguran <em>njlentreh</em> di mana-mana? Bagaimana benak kita harus percaya dengan segala macam studi banding para anggota DPR bila saat keberangkatan sudah dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan ketika pulang hasilnya tidak diketahui oleh publik ?</p>
<p>Maka politik banal akan selalu bertemu dan bahkan bergaul akrab dengan politik binal. Skandal seks, perbuatan mesum, dan perselingkuhan bukan lagi menjadi berita yang tersembunyi dan ditutup-tutupi. Para politisi kita tak ragu lagi memamerkan segalanya itu, bahkan di hadapan publik. Mereka lupa dengan segala macam tanggung jawab dan konsekuensinya sebagai wakil rakyat.</p>
<p>Wakil rakyat? Ah, mereka pasti tak paham hakikat &#8220;wakil rakyat&#8221;. Politik banal dan politik binal tak mungkin mampu menghasilkan politisi berkualifikasi dan sekelas wakil rakyat. Karena, wakil rakyat hanya akan dihasilkan oleh sistem politik yang menggantungkan ideologi sebagai basis tertinggi dalam perjuangan dan pencapaiannya. Tanpa itu, mustahil rasanya wakil rakyat direngkuh! ***</p>
<p>Sumber gb: http://ceasefiremagazine.co.uk/wp-content/uploads/ideology.png dan http://lh6.ggpht.com/_D-gDh4pmnls/S7Td1XLwCYI/AAAAAAAAACc/rI-Kcxf-jvY/9.jpg</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petisikotbah.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petisikotbah.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petisikotbah.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petisikotbah.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petisikotbah.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petisikotbah.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petisikotbah.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petisikotbah.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petisikotbah.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petisikotbah.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petisikotbah.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petisikotbah.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petisikotbah.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petisikotbah.wordpress.com/2311/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2311&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/04/26/politik-banal-dan-politik-binal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b946e4115a729e63e33461276f03ce73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petisikotbah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/ideology.png?w=111" medium="image">
			<media:title type="html">ideology</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/spongbob.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">spongbob</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KENAPA BELAJAR DI BARAT?</title>
		<link>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/04/20/kenapa-belajar-di-barat/</link>
		<comments>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/04/20/kenapa-belajar-di-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 04:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit Widiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara BUDAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petisikotbah.wordpress.com/?p=2313</guid>
		<description><![CDATA[Seorang sahabat bercerita kepada saya. Katanya, pemilik perusahaan tempatnya bekerja kebingungan hendak menyekolahkan anaknya yang sudah selesai menyelesaikan studinya di sekolah menengah atas (SMA). Ia bingung antara memilih belajar ke Amerika/Eropa atau Australia. Sahabat saya itu tak tahu harus menjawab apa saat atasannya itu meminta pertimbangan dirinya. &#8220;Aku bingung harus menjawab apa. Boro-boro belajar di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2313&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang sahabat bercerita kepada saya. Katanya, pemilik perusahaan<a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/bendera-as.gif"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-2321" title="bendera as" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/bendera-as.gif?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" /></a> tempatnya bekerja kebingungan hendak menyekolahkan anaknya yang sudah selesai menyelesaikan studinya di sekolah menengah atas (SMA). Ia bingung antara memilih belajar ke Amerika/Eropa atau Australia. <span id="more-2313"></span>Sahabat saya itu tak tahu harus menjawab apa saat atasannya itu meminta pertimbangan dirinya.</p>
<p>&#8220;Aku bingung harus menjawab apa. Boro-boro belajar di Amerika atau Australia, bahkan belajar di negara-negara yang paling dekat dengan negeri kita, seperti Malaysia atau Singapura saja saya tak tahu,&#8221; katanya dengan nada sedikit &#8220;serampangan&#8221;.</p>
<p>Saya paham, sahabat saya itu tidak terlalu peduli dengan segala macam persoalan yang berkaitan dengan pendidikan. Baginya, tinggi rendahnya pendidikan tidak menjamin suksesnya seseorang dalam pekerjaan. Paling tidak, jabatannya sebagai kepala keuangan padahal ia hanya lulusan sekolah menengah atas telah membuktikan hal itu.</p>
<p>&#8220;Kamu jawab apa pertanyaan dari bosmu itu?&#8221; tanya saya sedikit penasaran.</p>
<p>&#8220;Ya aku jawab saja. Kenapa tidak di Indonesia saja, Pak? Indonesia itu negeri yang super komplit. Orang pinter banyak, orang bodoh juga seabreg. Pakar hukum berlebih, tapi orang yang dihukum juga bejibun. Orang yang cinta damai tidak sedikit, tapi orang yang suka kekerasan juga tidak kurang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu, bagaimana reaksi bosmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Diam saja. <em>Wong</em> aku juga menjawabnya asal-asalan&#8230;.&#8221;</p>
<p>Saya tersenyum mendengar jawaban sahabat saya itu yang sejak saya mengenalnya tidak pernah berubah sikapnya; serampangan, seenak udelnya sendiri, dan cuek. Hingga tulisan ini dibuat, saya tidak tahu bagaimana akhirnya &#8220;nasib&#8221; si anak pemilik perusahaan tempat sahabat saya itu bekerja, jadi belajar ke Barat atau tidak.</p>
<p>Tapi, kenapa <em>sih</em> harus belajar ke Barat?</p>
<p>Alasan yang paling sederhana, Barat adalah pusat ilmu. Barat menjadi tempat hampir seluruh pemuda-pemudi di dunia untuk belajar dan menggali kedalaman pengetahuan yang terukir di sudut-sudut kampus yang elit dan mewah di sana. Peradaban dunia Barat yang menjulang tinggi dan mengatasi peradaban-peradaban bangsa lain tentu menjadi kemasan yang layak dijual.</p>
<p>Namun, selalu saja bila ada orang atau pihak-pihak yang memunculkan persoalan studi di Barat, tiba-tiba saya teringat kembali tulisan lama M. Amien Rais (1989) tentang krisis ilmu-ilmu sosial di negeri kita. Kata sang Lokomotif Reformasi itu, kebanyakan alumni universitas-universitas  Amerika yang berasal dari Indonesia hanya melanjutkan belaka kerangka berpikir <em>(frame of reference)</em> yang pernah mereka terima saat mereka studi.</p>
<p>Para alumni itu seringkali tidak mempedulikan bahwa dengan rujukan baku yang <em>made in</em> Amerika itu belum tentu mereka dapat memecahkan masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik yang pelik di tanah air. Para alumni tak peduli karena mereka telah dihinggapi penyakit <em>parrotism</em>, yakni mengikuti tanpa sikap kritis. Tak heran jika alumni Amerika yang pulang ke Indonesia hanya membawa dua pisau analisis, liberalisme dan marxisme.</p>
<div id="attachment_2318" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/ohio-state-university.jpg"><img class="size-medium wp-image-2318" title="ohio-state-university" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/ohio-state-university.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Ohio State University, Colombus, USA, tempat kebanyakan para mahasiswa Indonesia studi di AS.</p></div>
<p>Para mahasiswa yang telah selesai studi di AS seolah lupa dengan peringatan Leonard Binder, Profesor Sosiologi dari Universitas Chicago. Kata Binder, ada satu hal yang harus diingat oleh pemuda-pemudi dari luar AS yang ingin belajar di AS, yakni bahwa ilmu-ilmu sosial yang diajarkan di universitas-universitas di AS adalah ilmu sosial yang sesuai dengan masyarakat borjuis-kapitalis sehingga belum tentu sesuai dengan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Memang, saat seseorang hendak belajar di Amerika, yang terpikir olehnya hanyalah menimba ilmu sebanyak-banyaknya untuk kemudian disumbangkan kepada negeri tercinta. Namun, orang sering lupa bahwa belajar di Amerika tak hanya menyangkut soal ilmu pengetahuan atau metodolog keilmuan, tetapi juga kultur, budaya hidup orang Amerika yang hendak ditempati.</p>
<p>Justru yang terjadi adalah tidak sedikit mahasiswa Indonesia yang pulang dari Barat dianggap lebih Barat daripada orang Barat sendiri. Pikiran dan benaknya Barat, lebih-lebih lagi sikap dan perilaku hidupnya. Ironisnya, kadangkala ilmu yang sebelumnya hendak digapai justru tidak diperoleh, tetapi yang sukses ia bawa dan tularkan ke bangsanya adalah nilai-nilai kultur Amerika yang bertolak belakang dengan budaya bangsanya.</p>
<p>Maka saya kadangkala &#8220;memahami&#8221; dengan orang-orang yang sinis terhadap niat seseorang saat hendak studi di Barat, baik Amerika, Eropa, atau Australia. Katanya, <em>ngapain</em> belajar jauh-jauh di Barat. Barat adalah penindasan. Barat adalah pusat kebiadaban. Orang yang belajar di Barat sesungguhnya adalah orang-orang yang sedang belajar untuk menjadi seorang penindas.</p>
<p>Inggris menjadi penjajah bagi hampir semua negara di Asia, Amerika, atau Afrika.  Belanda  bertindak biadab di Indonesia, Papua, Suriname. Perancis menguasai Vietnam, Laos, Kamboja, Aljazair, Timur Tengah. Jerman dominan berbagai negeri di Afrika. Italia melindas Libya, Sudan, dan Somalia. Spanyol mencengkeram Filipina dan negara-negara di Amerika Latin. Australia menindas Papua Nugini dan Aborigin.</p>
<p>Amerika? Hingga sekarang Amerika tak henti-hentinya seolah-olah menjadi polisi dunia yang berhak mengatur dunia, tentu untuk kepentingannya sendiri. Irak, Afganistan, Libya menjadi korbannya secara langsung dengan agresi militernya. Belum lagi persoalan negara-negara lain di berbagai belahan dunia yang ditekan secara diplomatik.</p>
<p>Masih kurang? Dua perang dunia, yakni Perang Dunia I dan II bermula dari peristiwa yang di wilayah Eropa (baca: Barat) karena keserakahan mereka yang bernafsu menguasai wilayah-wilayah di negeri lain. Bahkan karena itu, wilayah-wilayah di benua lain menjadi korbannya. Jadi, memang diperlukan kematangan sikap dalam berpikir dan bertindak sebelum berangkat ke Barat untuk belajar. Siapa tahu ada apa-apa. <em>Wong</em> saya belum pernah belajar di Barat.* * *</p>
<p><strong>Sumber gb</strong>: http://www.e-dol.com/wp-content/uploads/2009/01/rodin.jpg dan http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/01/74/63/67/ohio-state-university.jpg</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petisikotbah.wordpress.com/2313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petisikotbah.wordpress.com/2313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petisikotbah.wordpress.com/2313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petisikotbah.wordpress.com/2313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petisikotbah.wordpress.com/2313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petisikotbah.wordpress.com/2313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petisikotbah.wordpress.com/2313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petisikotbah.wordpress.com/2313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petisikotbah.wordpress.com/2313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petisikotbah.wordpress.com/2313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petisikotbah.wordpress.com/2313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petisikotbah.wordpress.com/2313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petisikotbah.wordpress.com/2313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petisikotbah.wordpress.com/2313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2313&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/04/20/kenapa-belajar-di-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b946e4115a729e63e33461276f03ce73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petisikotbah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/bendera-as.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bendera as</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/ohio-state-university.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ohio-state-university</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PRESIDEN SBY, SIAPAKAH DIA SEBENARNYA?</title>
		<link>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/04/10/presiden-sby-siapakah-dia-sebenarnya/</link>
		<comments>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/04/10/presiden-sby-siapakah-dia-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 13:50:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit Widiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petisikotbah.wordpress.com/?p=2217</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh sangat tidak mudah menjadi manusia bernama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden Republik Indonesia (RI) yang wong asli Pacitan, Jawa Timur itu benar-benar dibuat seolah &#8220;mati gaya&#8221;. Mau bicara khawatir dianggap salah, tidak bicara pasti dinilai keliru. Mungkin begitulah perasaannya di periode kedua kekuasaannya kini. Setiap kegaduhan sosio-politik yang merayap menuju panas, publik berharap Presiden [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2217&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/sby.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-2299" title="sby" src="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/sby.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</p></div>
<p>Sungguh sangat tidak mudah menjadi manusia bernama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden Republik Indonesia (RI) yang <em>wong</em> asli Pacitan, Jawa Timur itu benar-benar dibuat seolah &#8220;mati gaya&#8221;. <span id="more-2217"></span>Mau bicara khawatir dianggap salah, tidak bicara pasti dinilai keliru. Mungkin begitulah perasaannya di periode kedua kekuasaannya kini.</p>
<p>Setiap kegaduhan sosio-politik yang merayap menuju panas, publik berharap Presiden SBY mampu memutuskan dengan cepat dan tegas. Alih-alih cepat, SBY malah kerap dituding sebagai pemimpin yang lamban dalam merespon setiap gejolak masyarakat. Alih-alih tegas, respon yang ditunjukkan SBY justru sering mengambang sehingga membuat publik bingung menyikapinya.</p>
<p>Saat masih berseragam hijau-hijau, SBY dikenal sebagai perwira yang cakap. Tidak sedikit pengamat yang menyebut SBY sebagai calon pemimpin masa depan yang dilahirkan dari rahim militer. Jika kebanyakan militer bersikap &#8220;sikat dulu, tanggung jawab belakangan&#8221;, SBY dinilai berkarakter lain. Ia adalah militer yang lebih suka mendahulukan dialog yang konstruktif demi penyelesaian suatu masalah.</p>
<p>Ketika berpangkat jendral, SBY dijuluki sebagai <strong>&#8220;Jendral Pemikir&#8221;</strong>, sebuah idiom yang digunakan untuk membedakan dengan istilah &#8220;Jendral Tempur&#8221;. SBY bahkan dianggap mewarisi kepiawaian &#8220;Jendral Pemikir&#8221; pendahulunya, seperti AH. Nasution atau TB. Simatupang. SBY bersama Agus Wirahadikusumah dan Agus Widjojo dikenal sebagai trio jendral yang sukses dalam merumuskan konsep reformasi TNI.</p>
<p>Seusai Soeharto lengser, publik di tanah air mencatat bahwa SBY telah berganti wajah. Ia bukan lagi &#8220;Jendral Pemikir&#8221; yang memikirkan segala macam tetek bengek mengenai militer, melainkan sudah berubah menjadi <strong>&#8220;Pribadi Santun&#8221;</strong>. Publik terkesan dengan sikap SBY yang tenang dan kalem<em> </em>sewaktu menjabat sebagai Mentamben di era Presiden BJ. Habibie dan Menko Polkam di masa Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri.</p>
<p>SBY jauh dari seorang pejabat yang kontroversial dan haus publikasi. Sikapnya lembut dan halus. Tutur bahasanya terukur dan selalu teratur rapi. SBY tak pernah terlihat <em>grusa-grusu</em> ketika tampil di hadapan publik. Publik yang sudah tersihir dengan penampilan SBY selama menjabat posisi menteri akhirnya memilihnya sebagai Presiden RI setelah ia mencalonkan diri dalam Pemilu 2004.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, rupanya tidak sedikit rakyat yang tidak puas dengan sepak terjang SBY. Penampilannya terlalu lembut untuk seorang tokoh setingkat presiden. Ia dinilai jauh dari cekatan untuk menangani berbagai macam persoalan bangsa yang sudah akut, seperti korupsi, kemiskinan, pengangguran, pemerataan ekonomi, dan konflik SARA. Sikap SBY malah tertutupi oleh kelincahan wakilnya, Jusuf Kalla yang terkesan sigap dan cekatan.</p>
<p>Penampilan seperti  yang ditunjukkan oleh Presiden SBY ini membuat rakyat geregetan. Apalagi setiap masalah yang muncul selalu disikapi dengan keputusan yang memakan waktu lama sehingga terlihat berlarut-larut. Maka muncullah sentilan Presiden SBY sebagai<strong> &#8220;Si Ragu-Ragu&#8221;</strong> karena ia suka sekali mendiamkan masalah bangsa tanpa bisa ditebak kapan ia hendak mengambil sebuah keputusan. Kasus Century mengambang, kasus mafia pajak amblas.</p>
<p>Ironisnya, SBY tidak hanya dituduh ragu-ragu dalam mengambil keputusan, tetapi ia juga dipandang terlalu banyak mengeluh. Rakyat bahkan seakan dipaksa untuk menyadari &#8220;kesulitan-kesulitan&#8221; SBY saat memerintah dan bukan sebaliknya, SBY harus memahami kesulitan-kesulitan derita rakyat. &#8220;Keluhan&#8221; SBY yang merasa tidak pernah naik gaji selama tujuh tahun masa pemerintahannya menjadi puncak isu yang diingat di benak publik.</p>
<p>SBY sebagai <strong>&#8220;Sang Pengeluh&#8221;</strong> akhirnya muncul di hadapan publik. SBY tentu sangat terganggu dengan itu. Namun, nyatanya ini belum berakhir. Karena, tidak sedikit para tokoh di tanah air yang ternyata rajin mencatat janji-janji SBY selama menduduki jabatan sebagai Presiden RI. Siapakah mereka itu? Mereka adalah para tokoh agama yang niscaya sangat dihormati oleh umatnya di negeri ini.</p>
<p>Tak dinyana para tokoh agama itu menyerukan kepada Presiden SBY untuk berhenti melakukan kebohongan kepada rakyat. Dengan bukti &#8220;9 kebohongan lama&#8221; dan &#8220;9 kebohongan baru&#8221; para tokoh agama berharap SBY tidak berbohong lagi dengan mengeluarkan janji-janji palsu yang tidak pernah mampu ia buktikan dan realisasikan. Jadilah SBY harus rela menerima gelar sebagai <strong>&#8220;Pembohong&#8221;</strong>.</p>
<p>Kini, publik hanya mampu menunggu &#8220;gelar&#8221; apa lagi yang hendak disandang SBY. Kita paham SBY adalah jagonya strategi dalam politik pencitraan dan hingga sekarang rasanya belum ada tokoh yang mampu menyamai kepiawaiannya. SBY pasti tidak akan tinggal diam dengan segala gelar negatif yang dilekatkan kepada dirinya. Ia pasti akan bergerak untuk mengolah isu itu menjadi sesuatu yang &#8220;menguntungkan&#8221; dirinya.</p>
<p>Maka yang bisa dilakukan publik hanyalah menunggu apa yang akan dilakukan SBY untuk menghapus segala gelar negatif itu dari ingatan rakyat. Isu-isu panas sudah menghadangnya, termasuk pembangunan gedung DPR, kasus penyanderaan WNI oleh perompak Somalia, dan lain-lain. Persoalannya, mampukah SBY menyelesaikan itu semua untuk membalikkan citra yang sudah telanjur hadir dan melekat di benak rakyat? Publik tak sabar menunggunya. * * *</p>
<p><strong>Sumber gb</strong>: http://2.bp.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petisikotbah.wordpress.com/2217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petisikotbah.wordpress.com/2217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petisikotbah.wordpress.com/2217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petisikotbah.wordpress.com/2217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petisikotbah.wordpress.com/2217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petisikotbah.wordpress.com/2217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petisikotbah.wordpress.com/2217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petisikotbah.wordpress.com/2217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petisikotbah.wordpress.com/2217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petisikotbah.wordpress.com/2217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petisikotbah.wordpress.com/2217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petisikotbah.wordpress.com/2217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petisikotbah.wordpress.com/2217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petisikotbah.wordpress.com/2217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petisikotbah.wordpress.com&amp;blog=7029110&amp;post=2217&amp;subd=petisikotbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petisikotbah.wordpress.com/2011/04/10/presiden-sby-siapakah-dia-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b946e4115a729e63e33461276f03ce73?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petisikotbah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petisikotbah.files.wordpress.com/2011/04/sby.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sby</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
