DPR VS PERTAMINA

Jam istirahat kantor, saya main ke ruang satpam. Dari jarak yang agak jauh, saya lihat Pak Somad sedang berjaga sendirian. Ia tidak menyadari kalau saya sedang melangkah kepadanya dan bahkan kemudian duduk di belakangnya. Mata Pak Somad asyik tertuju kepada layar televisi yang ada di depannya.

”Asyik banget Pak Somad. Ada berita apa sih? ” sapa saya lirih.

Pak Somad sedikit kaget. Badannya membalik. Senyumnya mengembang. Malu-malu. Katanya.

”Eh, bapak. Iya nih, lagi lihat berita panas.”

”Berita apaan, Pak?”

”Biasa, berita politik.”

Pak Somad lalu menjelaskan panjang lebar. Kata Pak Somad, Komisi VII DPR-RI dan Direksi Pertamina lagi ”berantem”. Direksi Pertamina merasa terhina dengan ulah anggota DPR dari Komisi VII karena menyamakan mereka dengan satpam. Tak mau kalah, Direksi Pertamina membalas penghinaan itu dengan mengirim surat kepada DPR agar dalam setiap rapat yang diadakan, DPR mampu lebih fokus sehingga rapat bisa berjalan efektif dan efisien.

Gantian kali ini DPR yang merasa terhina dengan surat Direksi Pertamina. Dalam penilaian anggota DPR, Direksi Pertamina tidak berhak dan tidak berwenang membatasi kinerja anggota DPR-RI. Bahkan Presiden atau MA, sebagai lembaga yang setara dengan DPR-RI saja tidak berhak dan tidak berwenang. Apalagi perusahaan BUMN semacam Pertamina.

”Akhirnya bagaimana, Pak Somad?” tanya saya ingin tahu kelanjutannya.

”Ya, belum selesai, Pak. Masing-masing tak mau kalah. Ramai kayaknya.”

Saya melihat wajah Pak Somad biasa saja. Bahkan teramat biasa. Ia seperti tidak terpengaruh berita di televisi tersebut. Padahal, saya tahu benar, berita itu semestinya telah merobek-robek harga diri profesinya sebagai seorang satpam. Profesi yang harus dijunjung tinggi dan dihargai oleh semua pihak. Karena itu, saya berusaha untuk mengorek ”ketidaksadaran” Pak Somad itu.

”Pak Somad tidak terhina dengan berita itu?” tanya saya sambil tersenyum.

”Ah, terhina bagaimana? Itu tidak ada urusannya dengan saya,” jawabnya.

”Lho, harusnya bapak terhina dong sebagai satpam dengan ulah mereka. Masa profesi satpam digunakan untuk menghina pihak lain dan pihak lain merasa terhina saat dijuluki satpam. Apa profesi satpam bukan profesi mulia? Apa profesi satpam amat rendah sehingga orang lain merasa terhina saat dibilang satpam?”

Saya membombardir Pak Somad dengan pendapat saya yang -menurut saya sendiri– sudah teramat lugas, cerdas, dan jitu. Namun, bukannya manggut-manggut mengiyakan, Pak Somad malah tertawa lebar. Giginya yang tidak rata tampak terlihat jelas. Ia baru berhenti setelah saya bertanya.

”Kok malah tertawa?”

”Bagaimana saya tidak tertawa, bapak ini aneh-aneh saja. Ya, wajar Direksi Pertamina terhina dengan ucapan anggota DPR itu. Satpam dan Direksi memang berbeda. Statusnya berbeda, fungsi dan posisinya juga berbeda. Keduanya ibarat bumi dan langit. Satpam buminya, Direksi Pertamina langitnya.”

”Jadi, Pak Somad tidak merasa terhina profesi satpam dihina?”

”Ya nggaklah. Mereka pantas kok menghina kita-kita ini. Mereka kan orang-orang terhormat. Karena terhormat, mereka tidak mau disamakan dengan pihak lain yang menurut mereka tidak sederajat atau malah di bawah mereka. Saya malah senang dengan sikap mereka. Bener saya bahagia dengan mereka.”

”Kok malah senang?”

”Lho, bagaimana tidak senang, apa Bapak mau disamakan dengan lembaga yang citranya di hadapan publik di negeri ini sarat dengan isu selingkuh, korupsi, perbuatan mesum, konflik politik, money politic, atau absen sidang seenaknya sendiri. Apa Bapak juga mau disejajarkan dengan perusahaan yang kinerjanya lebih banyak terisi dengan gosip korupsi, kolusi, penyebab kelangkaan minyak, atau sapi perah parpol? Tentu Bapak tidak mau kan….”

Saya tersedak dengan ucapan Pak Somad. Saya hanya mampu tersenyum kecut mendengar jawaban Pak Somad. Jawaban Pak Somad membuat saya bertanya-tanya di dalam hati, jadi siapa yang sebenarnya lebih terhormat; para anggota DPR, Direksi Pertamina, atau satpam? * * *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: