CIOMAS

Hingga kini saya tidak terlalu paham, kenapa orang Sunda begitu lekat dengan kata-kata yang berawalan ci. Nama daerah, tempat, sungai, dan yang lainnya seolah tidak pernah tidak menggunakan kata yang berawalan ci. Ciliwung, Cimande, Ciampea, atau Cisadane, merupakan sedikit dari contoh tersebut.

Kurang kreatifkah masyarakat Sunda dalam budaya tuturnya? Tentu tidak. Kultur agraris dari masyarakat Sunda yang niscaya menjadi penyemangatnya. Ci yang bermakna air layaknya sumber kehidupan dan penghidupan yang membuat orang Sunda mampu merasakan getar indah hidup di bumi Parahiyangan.

Maka ci adalah wujud terima kasih masyarakat kepada Sang Maha Tinggi. Sebab, tidak pernah terdengar berita di wilayah yang dihuni keturunan Prabu Siliwangi itu kekurangan air bersih. Juga tidak pernah sampai ke kita kabar nestapa bahwa sawah-sawah di tanah Pasundan kekurangan air.

Bahkan hingga kini wilayah-wilayah, seperti Karawang, Indramayu, atau Cianjur tetap menjadi penyangga pertanian bangsa Indonesia. Tanpa tanah Pasundan, entah bagaimana nasib pertanian bangsa Indonesia.

Kini, saya -mau tidak mau- harus “berkenalan” dengan masyarakat Sunda. Tentu dengan segala perangkat dan kulturnya. Itu semua setelah saya membeli rumah dan menempatinya di sebuah kampung yang dikenal dengan nama Ciomas, di wilayah Bogor. Memang tidak mewah dan megah, tapi rumah itu telah membuat saya dapat menghirup tanah Pasundan yang lembut, sejuk, dan elok.

Peta Ciomas, Bogor

Peta Ciomas, Bogor

Tapi, apa arti Ciomas?

Pertama kali di benak saya tentang Ciomas adalah daerah emas. Karena ci bermakna air dan omas berarti emas. Maksudnya, Ciomas pastilah sebuah daerah yang kaya dengan kandungan emas. Kalaupun sekarang tidak, dulunya pasti iya.

Namun, saya kecele. Setelah saya beberapa saat bermukim di Ciomas, saya baru tahu makna sebenarnya dari Ciomas. Ciomas memang berasal dari kata ci dan omas yang berarti air dan emas. Tapi, Ciomas bukanlah daerah penghasil emas. Ciomas justru bermakna daerah yang air tanahnya berwarna seperti emas. Walah?

Ya, begitulah. Karena airnya berwarna seperti emas, maka pastilah orang-orang yang bertempat tinggal di Ciomas tidak mungkin dapat memanfaatkan air yang bersumber dari tanah di Ciomas. Mereka mesti berlangganan air PDAM. Kalaupun memaksakan diri, mereka wajib menyaring air itu hingga berkali-kali.

Saya kini kerap bertanya-tanya. Kalau Ciomas bermakna demikian, lalu apa makna daerah-daerah, seperti Cibereum atau Cikoneng? Mungkinkah Cibereum berarti daerah yang air tanahnya berwarna merah (bereum=merah) dan Cikoneng adalah tempat yang airnya berwarna kuning (koneng=kuning)?

Lalu, apa makna nama-nama, seperti Cijeruk, Cisalak, atau yang lain. Benar, saya tidak tahu. Sungguh! Tapi, saya berharap pendapat saya itu keliru. Sebab, jika betul, pastilah masyarakat di daerah, seperti Cibereum atau Cikoneng tidak akan dapat menikmati air tanah di tempat mereka tinggal. Seperti saya! * * *

2 Responses

  1. tolong dong , tunjukin peta bogor daerah cemplang di bogor ya …..

  2. Ada yg berpendapat juga kalau ci bukan cai, tapi cahaya. Mengingat zaman dahulu cai itu disebutnya tirta atau banyu. Cahaya sendiri ada hubungan nya dengan ajaran lama sunda yg berasal dr kt su-na-da yg kira2 api besar sejati. Atau su-ra-yana Yg kita sebut skg surya.
    Ciomas keliatannya dulu nya pinggiran kuta luar pakuan pajajaran. Mungkin fungsinya tempat mukim dan lahan pertanian perkebunan rakyat pajajaran sekaligus penyangga pertahanan kompleks istana pakuan. Saluran cipakancilan mungkin dulunya saluran irigasi buatan yg menghubungkan cisadane dan ciliwung.
    Jadi mas sigit tinggal didaerah dekat tempat jantungnya sejarah rakyat pasundan yg sayang nya sekarang tidak begitu terlindungi dengan baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: