MAWAR

Bunga Mawar

Bunga Mawar

Pernahkah Anda iseng-iseng sejenak untuk mengamati berita kriminal perkosaan yang ada di media massa kita? Bebas saja! Anda boleh melihat di televisi, mendengar dari radio, atau membaca koran, majalah, dan tabloid. Anda saya persilakan mengamati sedetil-detilnya peristiwa itu.

Saya tidak bermaksud mengajak Anda untuk membahas betapa vulgarnya berita yang ada dalam media massa kita. Saya juga tidak mengajak Anda untuk menikmati setiap kata yang muncul dari berita perkosaan itu dan kemudian membayangkannya. Sama sekali tidak. Jauh dari itu. Saya tidak menuntut Anda berimajinasi liar dan kampungan!

Saya hanya ingin mengajak Anda melihat data diri si korban kejahatan perkosaan. Yup! Cukup data diri. Karena di sinilah uniknya media massa kita menulis dan menyiarkan berita perkosaan yang -bagi kebanyakan perempuan dianggap- tak terampuni itu.

Mengapa unik? Sebab media massa kita selalu menyebutkan bahwa yang menjadi korban kriminalitas berbasis gender itu adalah MAWAR. Pertanyaannya, kenapa harus Mawar?

Memang, nama si korban kejahatan perkosaan itu hanyalah nama samaran alias bukan nama sebenarnya. Nama korban sengaja disembunyikan sebagai dalih pembelaan agar nama sebenarnya tidak diketahui. Ini demi terhindar dari rasa malu yang akan diderita oleh diri korban dan keluarganya.

Kembali lagi ke pertanyaan di atas, kenapa mesti Mawar? Apa hebatnya nama Mawar -dibanding bunga-bunga lain, seperti melati, matahari, anggrek, dll,- sehingga ia pantas disematkan kepada korban kejahatan seksual yang kerap dialami kaum perempuan? Apakah tidak ada nama lain yang bisa mewakili korban kejahatan itu dalam keseluruhannya?

Mawar sebenarnya merupakan tanaman perdu suku Rosaceae yang memiliki ratusan jenis. Mawar dicirikan oleh batangnya yang tegak memanjat dan berduri, serta warnanya yang beraneka ragam; merah putih, merah jambu, atau merah tua.

Dalam mitologi Yunani, bunga mawar dianggap suci untuk dewa atau dewi, seperti Dewa Isis dan Dewi Aprhodite. Dalam tradisi Barat, bunga mawar merupakan lambang cinta dan kecantikan. Di hari Valentine, orang biasa memberikan seikat mawar kepada pasangannya.

Bangsa Inggris menyematkan bunga mawar sebagai bunga bangsa sehingga Tim Nasional Rugby-nya menggunakan simbol Mawar. Di Kanada, mawar dijadikan sebagai bunga kebanggaan Provinsi Alberta. Kota Oregon di negara Bagian Portland, AS kerap disebut “Kota Bunga Mawar”.

Namun, itu semua di negeri Barat. Bagaimana tradisi Timur memandang mawar?

Dalam tradisi Cina, mawar memang disebutnya mei gui yang bermakna benar-benar sangat cantik. Namun, karena batangnya yang berduri, mawar bercitra buruk dan dijauhi. Tanaman ini lekat dengan “perempuan nakal” atau perempuan penggoda lelaki/lelaki hidung belang.

Maka, para ibu rumah tangga di Cina menolak memelihara bunga mawar di pekarangannya. Mawar dimitoskan sebagai pembawa bencana dalam kehidupan keluarga. Istilah mawar hitam (ye mei gui) atau mawar liar (hei mei gui) menisbahkan semua itu.

Lalu, bagaimana bangsa ini memandang bunga mawar? Entahlah, saya tidak terlalu paham. Hingga saat ini, saya belum menemukan literatur yang berbicara tentang bunga mawar dalam kultur bangsa kita. Saya hanya tahu ada lagu berjudul Mawar Berduri dan pernah ada film Rose Beracun.

Namun, dengan penggunaan mawar sebagai nama pengganti bagi korban perkosaan di media massa kita, saya menjadi sedikit lebih paham. Kita memang dipengaruhi kultur Barat. Karena korban kejahatan perkosaan adalah kaum perempuan, maka mawar yang berkonotasi cantik dan suci, sangat pas untuk dilabelkan.

Sayangnya, dengan penamaan yang seragam di berbagai media massa kita (hanya Mawar thok), secara tidak sadar kita telah menyematkan bunga mawar sebagai lambang ketidakberdayaan perempuan di hadapan laki-laki. Perempuar ibarat bunga yang mudah dipetik untuk kemudian dicampakkan.

Benarkah demikian? Saya kira, iya. Namun, jika pun tidak, jangan-jangan, itu semua tidak berkaitan dengan pemaknaan lambang, tetapi lebih kepada kreativitas para pemburu berita kita yang memang berkadar minim dan malas. Jika ini yang terjadi, sungguh disayangkan. Mawar telah menjadi korbannya…. * * *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: