KECEWAMU, KECEWA MU

MUSaya bukan penggemar MU (Manchester United), klub sepakbola tersohor di jagat raya ini yang asal Inggris. Saya lebih ngefans dengan Barcelona yang kondang dengan si Messiah Argentina, Lionel Messi. Bagi saya Barcelona lebih yahud dibanding MU. Karena itu, saat MU gagal menghibur para penggemarnya yang ada di Indonesia, saya tidak terlalu peduli. Ada atau tidak ada MU di Indonesia tidak berpengaruh apa-apa bagi saya.

Tetapi, hari ini saya tergelitik habis. Ini semua gara-gara ulah teman saya. Teman saya yang fans berat MU itu secara tiba-tiba berubah menjadi pembenci MU paling berat. Bahkan dia mengatakan, kalau ada pembentukan komunitas anti MU di Indonesia dia bersedia berdiri di garda terdepan. Dia bersedia menjadi pemimpin, anggota, penggembira, atau jongos sekalipun. Pokoknya dia ingin bergabung dan masuk ke dalam komunitas itu.

Kecintaannya pada MU selama bertahun-tahun pupus sudah. Kekagumannya kepada MU yang dihuni pesepakbola tangguh semacam Rio Ferdinand, Wayne Rooney, Ryan Gigs, Park Ji Sung, dan lain-lain, habis seiring dengan gagalnya MU menghibur para pecinta sejatinya di negeri Khatulistiwa ini. Keberadaan MU tak sebanding dengan suara-suara besar tentang MU yang banyak disurakan media massa. MU ternyata dihuni oleh sekumpulan olahragawan yang tinggi hati.

Teman saya itu tak habis pikir, masa pemain dan segenap official MU takut sama bom yang sudah meledak?! Bom yang meledak di Hotel J.W. Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta pada hari Jumat, 17 Juli itu sudah selesai, Sir! Tak mungkin ada bom lagi yang akan meledak dalam waktu yang tidak lama setelah peristiwa itu. Sebab demikianlah “gaya” para teroris itu. Mereka hanya bekerja satu kali. Sesudah itu mereka akan menunggu dan menunggu hingga kita semua lengah. Dan Bummm! Bummm! Bom meledak lagi!

Bukankah seperti itu yang selama ini terjadi? Maka jika faktor keamanan menjadi dalih tunggal atas keselamatan para pemain MU, itu pasti mengada-ada. Keamanan di Indonesia niscaya akan berlipat-lipat setelah peristiwa bom itu. Pemerintah, polisi, tentara, panitia, masyarakat pencinta bola, dan masyarakat-masyarakat yang lain akan siap dan sigap menjaga dan melindungi para pemain MU.

Namun, bagi teman saya itu, MU memang terlalu tinggi hati. Bahkan saat sang promotor Agum Gumelar yang mantan petinggi militer dan mantan Menteri Perhubungan di era Presiden Megawati Sukarnoputri menemui CEO MU David Gill di Kuala Lumpur (Malaysia) agar MU bersedia mengirimkan tiga atau empat pemain sebagai perwakilan demi menemui para pecintanya, MU menolak. Bagi MU, keputusan pembatalan itu sudah harga mati. Tak bisa dan tak mungkin diubah.

Teman saya itu menganggap MU telah bertindak keliru. SebabMU juara mereka tak pandai memanfaatkan momentum. Peristiwa bom di Jakarta yang diliput oleh semua media di dunia seharusnya disikapi MU dengan sikap yang lantang dan tegas. Kami akan datang datang ke Jakarta! Kami akan hadir di Jakarta karena kami mencintai sepakbola lebih dari segalanya!

MU mestinya datang dan menghibur masyarakat sepakbola di Indonesia untuk menunjukkan bahwa mereka menentang segala bentuk kekerasan dan terorisme. Apalagi jika mereka kemudian berkenan mengunjungi para korban bom itu yang dirawat di rumah-rumah sakit di Jakarta. Semua orang di dunia akan tersadarkan bahwa MU, tim sepak bola dari Inggris itu, adalah tim yang mayoritas dihuni pribadi-pribadi pemberani, tangguh, besar hati, dan penuh rasa simpati dan empati terhadap para fansnya.

Namun, itu semua ternyata jauh panggang dari api! Maka teman saya itu kini paham bahwa MU, seperti halnya tim-tim sepakbola dunia yang lain, seperti AC Milan, Bayern Muenchen, Real Madrid, dll adalah bagian dari sebuah mesin industri bernama sepak bola. Orang-orang yang berkecimpung di dalamnya pun tak beda dengan para selebriti yang berkecimpung di jagat seni, seperti musik, film, atau lainnya. Benak mereka lebih sering dikomandoi oleh mekanisme untung-rugi. Mereka kadang melupakan kerendahhatian para pecinta mereka yang siap berbondong-bondong menyongsong tim pujaannya.

Teman saya itu kini tersadarkan, ia memang hanya seekor pipit yang selalu menggerombol dengan pipit-pipit lainnya. Dan sekumpulan pipit itu sedang terus-menerus terobsesi dengan kedatangan sang elang. Pipit itu terus menanti dan menanti sambil berharap akan kehadiran sang elang pujaannya itu. Entah kapan.* * *

12 Responses

  1. kemenangan mu kebangaan bagiku

  2. Anjing lo.
    kampret.
    tulisan lo ini seolah2 lo memojokkan MU.
    yg bener klo nulis artikel.jancok.
    gw fans berat MU dan dlm keadaan apapun gw gak berpaling dr ManU.
    Barca bangsat.

  3. knp commentku gak di approve?
    takut?
    tunggu 3-4 tahun lgi..situ jg akan ninggalin barca.
    dasar fans musiman…!!!!

    • Terima kasih atas komentarnya yg “amat lembut”.
      Sy pikir sy tidak pernah berusaha memojokkan MU. Sy justru berusaha memahami pikiran seorang teman yang bisa begitu kecewa dengan MU. Memang -menurut sy- momentum setelah peledakan bom itu justru adalah momentum yg paling tepat bagi MU agar bisa menunjukkan simpati dan empatinya terhadap masyarakat sepakbola Indonesia, bahkan dunia. Tp, sy kemudian menyadari bahwa sepakbola memang telah menjadi sebuah mesin industri sehingga mekanisme untung-rugi mesti jd pertimbangan.
      Sekali lagi terima kasih atas komentarnya.
      Oh, ya bagaimana sy bisa tahu identitas Anda yg sebenarnya?

  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Mas Sigit, hapus aja comment yang “nggak punya sopan santun tersebut.” Jadi merusak keindahan blog mas Sigit. Lagipula orang itu pengecut: memberikan identitas palsu.
    Serahkan pada tombol delete atau remove…selesai.

    Salam
    Bobby Prabawa

  5. Aku sepakat orang yg nulis koment di atas sebenarnya pengecut. Lebih drpd pengecut, ia sebenarnya tdk tahu apa yg mau diungkapkan dan dituliskannya. Latar belakang pengetahuan ttg sepak bola jg nol.
    Tp, biarkan saja. Jangan dihapus. Paling tidak biar sedikit terpuaskan jiwanya.

    Salam

  6. Pak Sigit, ocehan si Echo sama Teror MU itu tolol banget. Tak pantes masuk sini. Tak ketahuan juga apa kelaminnya. Kalo perempuan pasti dah ditinggalin ama lakinya. Kalo laki pasti sering diselingkuhi ama bininya. Ha..ha.ha….Kacau. Ngomong bola tapi kagak mikir. Salam Pak.

  7. Maaf pak! sori bgt ! klo kata2 sy terlalu kasar krn mgkn sy emosi. krn saya fans MU dari kecil sampai skrg dan tahu sejarah ManUtd.
    bukankah sepakbola hrus fairplay?maka disini saya akan bersikap gentle dan MINTA MAAF..

  8. itu mah pendukung picisan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: