PARA “KELEDAI” DI PUNCAK

Jikalau bukan anak-anak yang merengek meminta “keluar rumah” untuk

Macet di Puncak

sejenak merayakan hari libur sungguh saya malas untuk memenuhinya. Capek. Panas. Mendingan berdiam di rumah, lebih enak. Kan bisa santai! Tapi, ini anak-anak! Darah daging sendiri! Maka ruwet dan macetnya kota Bogor di jelang siang hari tetap saya kuat-kuatkan demi kegembiraan anak-anak.

“Ke mana kita?” tanya saya di belakang kemudi mobil sesaat sebelum berangkat. Saya tahu pertanyaan ini pasti akan membuat anak-anak kebingungan. Benar! Irfan dan Afif, dua anak saya tak langsung memberi jawaban. Mereka saling berpandangan. Melongo. Irfan menatap Afif dan Afif balik menatap kakaknya.

Saya tertawa dalam hati. Merasa menang. Hayo mau kemana?! Tantang saya dalam hati. Kebun Raya? Sudah puluhan kali. Taman Buah Mekarsari? Pasti pernah ke sana. Museum Zoologi? Ah, cukup sekali. Gunung Mas? Sampai gempor. The Jungle? Jelas dong, malu kalau belum. Mal? Bosan…. dan sudah pasti bosan! Jadi, ke mana?

“Oh, ya. Aku tahu. Aku tahu!” teriak Irfan kegirangan seolah menemukan mainan yang sudah lama dicarinya setelah hilang entah ke mana. “Kita ke Taman Safari!”

“Benar! Ke Taman Safari. Kita belum pernah ke sana,” Afif menyahut tak kalah kerasnya. Mereka berdua tertawa gembira.

Matek aku! Dengan hak yang saya miliki sebagai kepala keluarga, penentu segalanya; saya menolak keras usulan itu. Kepada Irfan dan Afif, saya jelaskan alasannya. Pertama, jalur Puncak di Cisarua, tempat Taman Safari berada, pasti macet. Kita belum tentu bisa sampai ke sana dengan cepat. Kedua, Taman Safari sama saja dengan kebun binatang. Bedanya Taman Safari hewannya dilepas, kebun binatang hewannya di kerangkeng. Menonton hewan di manapun sama saja.

Alasan saya ternyata diacuhkan. Kedua anak saya menolak dengan keras. Bahkan istri saya yang saya harapkan memberi penjelasan malah membela usulan Irfan dan Afif.

“Sudahlah… Penuhi saja! Wong kita memang belum pernah ke sana kok.”

Saya menyerah. Dengan amat sangat terpaksa saya penuhi permintaan mereka berdua kali ini. Namun, jujur, perasaan kurang enak menggelayut cepat saat kata Puncak terdengar di telinga. Entah kenapa. Bayangan buruk seolah langsung menyergap. Bayangan buruk itu tak mampu saya usir, bahkan ketika mobil yang saya kemudikan mulai meninggalkan rumah.

Benar! Sesaat setelah masuk pintu tol Bogor, mobil yang saya kemudikan langsung berhenti tepat di belokan jembatan menuju ke arah Ciawi dan Gadog. Macet total! Dari kaca mobil depan saya melihat ratusan kendaraan berjajar berderetan memanjang seakan tanpa terputus. Diam! Tak bergerak! Kampret tenan!

“Kita tak bisa ke mana-mana….” keluh saya memberi pertanda. Istri saya paham apa yang terjadi.

Jam menunjukkan pukul 8.45. Saya melihat beberapa orang turun dari mobilnya. Mereka seperti penasaran, ingin melihat apa yang terjadi. Saya paham dengan kejadian sebenarnya. Macet di jalan tol menuju Puncak adalah pertanda bahwa kita tak mungkin pergi ke Taman Safari. Kalaupun dipaksakan entah jam berapa kita akan sampai di sana. Mungkin malam hari.

“Jadi, kita nggak jadi ke Taman Safari?” tanya si bungsu, Afif.

“Ya. Karena Bapak nggak mau jadi keledai,” sahutku asal.

“Kok keledai?”

“Keledai adalah binatang yang selalu terjerumus ke dalam lubang yang sama. Tahu Puncak jalurnya macet, eh kita ngotot ke Taman Safari di Puncak. Ya, sudah berarti kita seperti keledai…”

Istri saya terkekeh. Irfan dan Afif manggut-manggut. Entah mengerti entah tidak. Tiba-tiba Irfan nyeletuk.

Tuh Pak, para keledai itu marah-marah. Mereka turun dari mobil. Tapi, bingung marah sama siapa..ha..ha…”

Kami semua tertawa terbahak-bahak. Ah, liburan yang menyesakkan. Mungkin. Tapi, entahlah.* * *

One Response

  1. Taman Safari, pilihan yang tepat.
    Kalau main ke sana jangan hari Sabtu atau Minggu…dijamin macet..he he he..

    Mas Sigit, di Fakultas Kedokteran Hewan, Taman Kencana, ada tempat wisata baru. namanya agrifun.

    Ada klinik hewan, istana domba, flyingfox, jala spiderman, kelas menanam, memerah sapi dan sebagainya. Dibuka untuk umum tanggal 16 Januari 2010.

    Setiap Sabtu dan Minggu Queency senang sekali main ke sana.

    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: