BUKAN PESANTREN GONTOR, TAPI PESANTREN RAFAH

Keinginan si sulung, Irfan untuk melanjutkan sekolahnya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur (lihat tulisan: Pesantren Gontor dan Impian Itu) membuat saya dan istri saya bingung. Saya dan istri tidak tahu harus berbuat apa dan memulai dari mana. Menolak permintaan Irfan? Ah, tentu itu bukan solusi yang bijak dari kami sebagai orang tua. Meluluskan? Rasanya kami berdua belum sepenuhnya rela melepaskan ia ibarat panah yang sudah lancip dan tajam.

Dalam hati yang paling dalam, sejujurnya saya tidak pernah sedikitpun meragukan Pesantren Gontor sebagai sebuah institusi pendidikan. Gontor sudah teruji dan terbukti. Pada batas-batas tertentu, saya bahkan meyakini bahwa Gontor “lebih” dari pesantren-pesantren lain yang ada di berbagai penjuru tanah air. Tak terhitung alumnus Gontor yang pernah, sedang, dan hendak melejit untuk menduduki posisi-posisi penting di negeri ini.

Saya juga tidak meragukan niat baik anak saya. Irfan, bagi saya, telah menjadi semakin “dewasa”. Ia sudah mulai mampu berpikir mengenai apa-apa yang pas dan cocok, apa-apa yang tidak pas dan tidak cocok bagi dirinya. Irfan sudah belajar untuk mengenal siapa sebenarnya dirinya itu. Pada titik ini saya dan istri merasa sungguh-sungguh beruntung karena Irfan sudah memiliki pilihan alternatif sekolah yang diimpikannya.

Maka di antara dua pilihan yang sama-sama berat, yakni antara menolak dan meluluskan permintaan Irfan, saya dan istri saya akhirnya mengajukan sebuah kompromi baginya. Irfan boleh sekolah di pondok pesantren, tetapi Irfan tidak boleh ke luar dari kota Bogor. Artinya, pondok pesantren di Bogor menjadi pilihan utama. Bukankah Bogor juga kaya dengan pondok pesantren yang baik, yang setara dengan Gontor?

Syukurlah, tanpa banyak komentar Irfan menerima pilihan kami berdua sebagai orang tuanya. Itu terjadi setelah saya dan istri saya secara bergantian memberikan banyak keterangan dan masukan kepadanya. Irfan tampaknya berpikir bahwa keinginannya untuk “mondok” telah terkabul. Sedangkan soal Gontor atau bukan, itu tidak lagi menjadi masalah bagi dirinya.

Maka bulan Januari-Februari 2011 menjadi awal bagi kami untuk mendata dan melakukan survey terhadap pondok pesantren di kota Bogor. Tentu, Pondok Pesantren Gontor menjadi acuan bagi saya sesuai dengan cita-cita Irfan yang hendak masuk ke sana. Alhamdulillah tak kurang dari 50 pondok pesantren masuk ke catatan benak saya setelah saya “bersilancar” di internet dan bertanya ke berbagai pihak yang saya anggap paham.

Lingkungan Pondok Pesantren Rafah yang asri dan sejuk di pinggiran daerah Bogor, Jawa Barat.

Apakah semua pondok itu harus saya datangi? Tentu saja tidak. Keterbatasan waktu dan tenaga menjadi halangan bagi kami. Saya dan istri hanya punya waktu satu hari dalam seminggu, yakni liburan Sabtu. Apalagi bukan perkara yang mudah bagi kami untuk menjelajahi pinggiran-pinggiran wilayah Bogor yang kebanyakan menjadi tempat pesantren itu berada. Jalanan yang seringkali didera macet menjadi penghalangnya.

Namun, setelah saya nguping sana sini dari sumber yang dapat saya percayai, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan survei secara langsung ke lingkungan empat pondok pesantren yang kami nilai “bagus” di wilayah Bogor. Keempat pesantren itu masing-masing adalah Pesantren Al Kahfi (Lido), Pesantren Rafah (Rancabungur), Pesantren Sahid (Leuwiliang), dan Pesantren Darrunnajah (Cipining).

Saya percaya keempat pesantren itu memiliki keunggulan, tapi sejatinya mereka sekaligus juga mempunyai kelemahan masing-masing. Bagi saya, tidak ada institusi pendidikan yang sempurna, bahkan yang sudah tersohor dan terkemuka sekalipun. Meski demikian, dalam hati kecil, saya sangat tertarik dengan Pesantren Rafah (Rafah Islamic Boarding School). Saya tertarik dengan Pesantren Rafah karena dua hal.

Pertama, adanya program unggulan yang secara tegas dinyatakan oleh Pesantren Rafah. Pesantren itu menyatakan bahwa setiap santri yang telah lulus dari Rafah dijamin memiliki kecakapan dan keterampilan yang memadai dalam berbahasa Arab dan Inggris. Selain itu, para santri juga wajib memiliki hafalan Al Qur’an minimal 10 juz.

Tidak terlalu mengherankan karena Bahasa Arab dan Inggris merupakan bahasa yang digunakan dalam percakapan keseharian santri. Sedangkan, hafalan 10 juz tidak menjadi beban bagi kebanyakan santri sebab tidak sedikit santri yang justru ketika lulus dari Pesantren Rafah mempunyai hafalan 30 juz.

Kedua, ketika melakukan survei di Rafah, sepanjang memasuki lingkungan Pondok, saya, istri, dan anak tidak didampingi oleh pimpinan, guru, atau staf pondok pesantren. Kami justru didampingi santri Rafah! Dengan santun santri bernama Dika yang sudah menginjak kelas 2 SMA itu menerangkan secara lengkap dan detil kehidupan di Pesantren Rafah. Tak ada yang terlewat dan berusaha ditutup-tutupi.

Mulanya saya tidak paham, kenapa Pondok Pesantren Rafah menyertakan santri yang masih duduk di bangku SMA sebagai pemandu untuk menemani kami? Tidakkah Rafah melakukan “bunuh diri”? Bukankah santri itu malah dapat menjadi titik lemah bagi orang-orang yang melakukan survei sehingga mereka kemudian justru enggan untuk memasukkan anaknya ke Rafah? Apakah Rafah tidak takut dengan ini semua?

Honestly is the best polyce, kejujuran adalah politik yang paling baik. Itulah yang dapat saya tangkap dari “kenekadan” Pesantren Rafah. Mereka tidak peduli dengan segala kosmetika yang bisa dipoles. Dalam dunia pesantren, citra akan hadir seiring dengan prestasi yang mencuat. Pesantren Rafah paham dengan itu. Santri-santri adalah ujung tombak kejujuran. Maka mereka tak ragu dan tak takut untuk menunjukkan “keaslian” diri mereka sendiri. Inilah Rafah! ***

Sumber gb: http://3.bp.blogspot.com/ dan http://photos-a.ak.fbcdn.net/

66 Responses

  1. Tulisan yang menarik. Sekira Bapak baca novel “Negeri 5 Menara” kemungkinan besar keinginan Bapak untuk mondok di Gontor akan tumbuh lagi..serampung baca novel itu, saya jadi pengen mondok di Gontor loh…hehehe…smoga Irfan berhasil ditempa menjadi cahaya di Rafah…salam

    • Alhamdulillah… Novel itu sudah sy baca bahkan beserta kelanjutannya. Irfan langsung “termehek-mehek” saat ikut membacanya meski tak selesai. Trima kasih atasa doanya Mas Rudi. Insya Allah mulai Juli Irfan mondok di Rafah setelah ia dinyatakan lulus saat tes di bulan Maret lalu.

  2. Ass. Jujur saja, ini merupakan artikel paling menarik yang pernah saya baca sepanjang minggu ini. Saya nggak berhenti tersenyum2 sendiri sejak awal alinea, bukannya gila, tapi terbayang di benak saya bagaimana perasaan yang dialami oleh anda ketika mengetahui bahwa anak anda ternyata ingin masuk pesantren. Terlebih lagi keputusan itu bukanlah merupakan suatu paksaan anda sebagai ortu (seperti kebanyakan orang) melainkan keinginan murni anak anda sendiri. Tentu bukanlah hal mudah (dan mungkin mustahil) menemukan sekolah yang benar-benar sempurna, termasuk pesantren. Layaknya manusia, setiap institusi sejatinya memiliki kelebihan dan kekurangan masing2. Dan dari situlah dapat kita simpulkan bahwa setiap institusi pendidikan di dunia ini ada untuk saling melengkapi. Setidaknya dengan berpijak pada keyakinan ini kita tidak akan pernah merasa menyesal terkait sekolah yg telah menjadi pilihan kita untuk masa depan pendidikan sang anak. Karena kekurangan dari sekolah itu tentu dapat dilengkapi di jenjang berikutnya. Terkait artikel ini, saya hanya ingin sekadar mengingatkan sang penulis agar senantiasa mendukung pribadi sang anak. Dalam keadaan apapun itu. Karena akan tiba masa dimana anak akan merasa begitu tidak bebas, tertekan dsb. Maklum saja, dengan menetap di pesantren ia tentunya akan jauh dari orang tua, tidak bisa jalan-jalan, online, jajan di luar dll semudah jika sekolah di luar. Belum lagi jika ia sedang memiliki masalah pribadi. Meskipun awalnya masuk pesantren itu merupakan keputusan sang anak sendiri, namun tanpa dukungan moril (dan jangan lupa materilnya :D) dari ortu ia akan kesulitan dalam melewati ‘masa pendewasaan diri’ yang terbukti begitu mudah menggiring manusia kepada jalur yg ‘tidak semestinya’, tidak terkecuali anak anda, anak anda manusia kan🙂. Mungkin saja tulisan saya terkesan klise dan basi. Tapi percayalah, perkembangan diri anak anda adalah bagaimana anda saat ia membutuhkan anda. Saya pernah di pesantren. Masa itu benar2 telah saya alami dan entahlah apakah saya sudah berhasil melewatinya atau belum🙂. Bagaimanapun juga, selamat atas keberanian anda (dan istri anda) dalam memutuskan sesuatu. Apalagi keputusan itu begitu menentukan masa depan pendidikan anak anda. Memutuskan sesuatu itu sulit lho. Tepuk tangan saya untuk anda😀. Wassalaamu’alaikum wr wb.

    • Trima kasih atas saran dan nasihat Anda. Moga saran dan nasihat ini membuat saya dan istri saya lebih bijak, lebih bersemangat, dan lebih segalanya dalam mendidik anak. Sekali lagi trima kasih.

  3. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    sebelumnya saya berterimakasih bapak telah meluangkan waktu untuk membagi pengalaman manis ini…saya pun ingin membagi pengalaman saya pada bapak, karena kebetulan saya sendiri merupakan alumni ke 6 dr pondok pesantren rafah ini….
    seperti yang sudah2 dibiicarakan..memang setiap institusi itu tidak ada y sempurna, maka saya disini ingin memberikan dorongan serta semangat kepada bapak dan keluarga untuk selalu memberikan motivasi kpd dik irfan…karena seperti yang saya alami sendiri bahwa dalam menempuh pendidikan itu tidaklah mudah apalagi ketika kita jauh dr orang tua (tidak hanya d pesantren rafah saja, d pesantren atau d boarding school y lain pun begitu)…kita akan menghadapi banyak cobaan dan ujian y bukan saja datang dari segi akademik..tapi jg dr segi sosial(pergaulan), manajemen diri,tanggung jawab serta perkembangan kedewasaan…dan salah satu hal y berperan besar untuk melewati cobaan2 itu adalah motivasi dan dukungan dr pihak keluarga…karena saya dan kawan2 seperjuangan sangat merasakan manfaat dukungan dan motivasi dr keluarga terutama orang tua..dalam menghadapi segala cobaan y ada.

    mungkin itu sebuah serpihan pengalaman..y dapat saya bagikan..sya doakan semoga dik irfan istiqamah dlm menempuh pendidikannya…dan semoga bapak sekeluarga diberi kekuatan dan keikhlasan untuk merelakan dik irfan masuk pesantren (jujur saja…ibunda saya menangis hampir sepekan penuh setelah saya masuk rafah utk pertama kali..dan hampir 6 bulan tidak enak untuk makan..karena merasa ‘kehilangan’ anaknya)

    wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    • Trima kasih Mas Fardan. Insya Allah pengalaman Mas Fardan akan menjadi pelajaran bagi saya dan istri untuk selalu memberikan semangat kepada Irfan. Waduh, kalo soal nangis, selama sebulan ini Irfan dan Ibunya kalo ketemu tangis2an terus. Tapi, alhamdulillah…. Irfan sudah merasa betah di sana. Doakan saja Mas Fardan, moga Irfan bisa istiqamah….

  4. salam kenal, pak. saya alumni rafah. semoga irfan betah dan sukses di rafah..🙂

  5. mantap kang saya ikut terharu karenanya melihat keinginan yang dipilih oleh anak akang saya juga merupakan alumni Pondok Pesantren Rafah angkatan 5 Alhamdullillah setelah saya lulus dari sana saya lebih memahami mengenai permasalahan Islam di dunia remaja akang tepat sekali memasukkan anak akang ke Pondok ini karena kyai dari Pondok Pesantren Gontor pun mengucap salut kepada Pondok ini karena memiliki kegiatan yang tidak dimiliki oleh Gontor sendiri dan dilain pihak Pimpinan Pondok Pesantren Rafah sendiri juga merupakan alumni dari Pondok Pesantren Darussalam Gontor dan tidak sedikit ajaran-ajaran yang ada di Gontor berada di Ponpes Rafah

    • Benar, kyai nasir memang alumni Gontor. Smoga di bawah bimbingan Kyai Nasir dan ustadz2 yg lain, Irfan bisa terus istiqamah di situ.

  6. Salam

    Izinkan kami mengutip kalimat Bapak “Honestly is the best polyce, kejujuran adalah politik yang paling baik..”, kami pikir politik macam ini hanya akan sesuai(red: mengena) untuk mereka yg baik & jujur pula, sehingga sinergi keduanya saling dapat melengkapi untuk memproleh keberkahanNya, tinggal bagaimana prosesnya dari komponen komponen yg ada untuk membimbimg dan mewarnai kehidupan si anak. semoga generasi Dek Irfan bisa lebih baik dari generasi bapaknya dan generasi saya, dan Dek Irfan bisa menjadi jebolan terbaik pada generasinya. . . *just opini & expectation

    “jangan bertanya apa yg telah diberikan almamater kepada kita, namun tanyalah pada diri kita, apa yg telah kita berikan pada almamater kita” bertolak dari kalimat ini, izinkan kami berbagi sedikit cerita bagaimana Rafah telah memberikan sumbangsih besar nya pada kami.. disaat kami berbagi(red: mengisi acara2, ngajar, dll) kadang kami cukup dengan ilmu ilmu dan pengalaman yg kami dapat di Rafah saja, tanpa menggunakan ilmu ilmu yg kami peroleh saat “mengejar” gelar sarjana maupun ilmu ilmu di Pasca yg sedang kami jalani, itu sudah cukup membuat anak anak didik kami memperoleh ilmu baru dan bermanfaat yg dapat dipertanggung jawabkan.

    the last but no the least.. maaf dan terimakasih, salam kenal, semoga tetap bisa silahturahim, baarakallahu lanaa wa li ahlinaa. . .

  7. assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

    Salam kenal, saya adalah santri rafah kelas 3 smp, mau nanya Irfan anak anda Irfan yang mana yaaa?

    • Wa’alaikum salam wr.wab.

      Salam kenal juga dik Syahrir. Memang di Rafah kelas 1 ada berapa Irfan? Irfan anak saya Irfan Yahya Abdillah. Semoga kenal baik dengan dia.

  8. Assalamualaikum Wr..Wb.. Salam kenal Bapak ….kebetulan anak saya juga di Pondok Rafah… .. namanya Ahmad Lauta mudah2an mereka sdh saling kenal.. Insya Allah mereka dapat mengikuti seluruh kegiatan yang dilaksanakan di Ponpes Rafah……… Amin….!!

    • Waalaikum salam wr.wb. Salam kenal juga Pak Gusti. Ya, mudah2an mereka sudah saling kenal. Amin.

  9. Assalamualaikum Wr..Wb.. Salam kenal Bapak ….kebetulan anak saya saat ini kelas 6 dan minta untuk masuk ke Pesantren, bulan lalu saya dan anak sudah ke gontor dan dia berminat sekali, tapi say masih ragu2, krn di lulusan gontor kan tidak berijazah, bagaimana perkembangan putra bapak di rafah sebagai referensi saya.

    • Waalaikum salam wr.wb. Salam kenal juga Bapak. Oh ya? Karena setahu saya, sekarang ijazah yg dikeluarkan oleh pesantren memiliki legalitas yg sama dengan sekolah umum. Di Rafah demikian pula. Tidak sedikit alumni Rafah yang melanjutkan di UI, IPB, dan universitas negeri yg lain. Bahkan mereka memiliki kelebihan dan hal bahasa dan tentu saja pengetahuan agama.
      Alhamdulillah…perkembangan anak saya baik. Dia sudah semakin betah. Bahkan kemarin pesantren Rafah menawarkan program 5 tahun hafal al Qur’an. Jika bersedia, maka beasiswa dari pesantren telah menanti. Bismillah saja Bapak, moga keraguan itu hilang. Keberhasilan anak kita tidak harus karena ia bersekaolah di sekolah umum.

  10. Assalamualaikum Wr.Wb senang ya pak kalo memiliki anak yang punya minat untuk belajar dipesantren, kebetulan anak saya kelas 6 kemarin sih kami udah mendaftarkan di pondok pesantren rafah dan setelah baca artikel diatas ada yg saya mau tanyakan yaitu apakah nanti setelah lulus santri tidak mendapatkan ijazah? karena kami tidak menanyakan hal ini dengan beranggapan pasti dapat ijazah.
    Sebelumnya saya berterimakasih atas infonya.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

    • Waalaikum salam wr.wb. Alhamdulillah, ibu. Setahu saya di Rafah dapat dan ini juga sudah saya tanyakan ke ustadz di sana. Karena pendidikan yang ada di Rafah memang MTS dan MA yang ada di bawah DEPAG, bukan DEPDIKNAS. Bahkan saya tahu benar, lulusan Rafah bisa masuk perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta ataupun sekolah tinggi yang berbasiskan agama. Demikian penjelasan yang saya tahu. Wassalamualaikum wr.wb.

  11. Bismillah, mau nanya alamat lengkap pesantrennya dimana, kebetulan anak saya kelas 6, pingin sekolah sambil mesantren. Terimakasih atas infonya.

  12. Kampung Sukajadi,Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur Kab. Bogor.

  13. Aslm,.. Alhamdulillah.. Kemarin 25 Maret 2012, Saya menganter Adik Sepupu dari Balikpapan untuk Tes Masuk.. Dari Tulisan yang antum tulis, Saya juga pernah survey ke beberapa pesantren sebelumnya Pesantren Al Kahfi (Lido) Darrunnajah (Cipining), dan Darelqolam (Gintung).. Memang ada yang berbeda dari Pesantren Rafah.. Adik Sepupu saya sendiri yang merasakannya… Suasanany yang nyaman, keakraban antar santri dan calon santri atu calon wali santri.. Calon Wali santri tidak dibiarkan bengong selama Calon santri mengikuti ujian. Calon Wali santri diberikan ceramah langsung oleh Pemimpin besar pondok!!.. Ada beberapa pesantren yang membiarkan Calon Wali Santrinya bengong tanpa kegiatan.. Atau malah dijadikan obyek komersil. Hehehe…
    Semoga Allah berkenan meluluskan adik sepupu saya dalam menuntut ilmu di pesantren Rafah ini. Amin..

    • Waalaikum salam. Memang demikianlah yg saya dan keluarga rasakan setelah anak saya mondok di Rafah. Semoga adik sepupu Anda bisa belajar di Rafah. Amin.

  14. assalamualaikum mas sigit,

    setelah survey di beberapa PONPES disekitar JABODETABEK, akhirnya pilihan anak saya jatuh ke PONPES RAFAH, padahal anak saya sudah diterima disalah satu PONPES yg ada di bogor.

    tanggal 25 Maret kemarin anak saya mengikuti test di RAFAH, saya sangat berharap anak saya dapat diterima di sana, sekalian mau tanya mas, kalau MTS yg di RAFAH statusnya TERAKREDITASI A atau B , atau mungkin DISAMAKAN …?

    • Waalaikum salam wr.wb.
      Saya kurang tahu secara pasti. Mungkin bisa Mas Budi tanyakan pastinya nanti. Setahu saya, saat masih menggunakan “label” SMP dan SMA IT, Pesantren Rafah memperoleh akreditasi A. Itu tertulis di ruang administrasi. Tapi, sejak tahun 2009, Pesantren Rafah mengganti dengan “label” yang baru, yakni MTs dan MA. Ini dilakukan, -setahu saya- agar lulusan Rafah bisa langsung menembus universitas di Timur Tengah, seperti Al Ashar, Madinah, dll. Sebab kalo lulusan SMA nggak bisa.

  15. Assalamu’alaikum….

    Artikel diatas sama persis dengan pengalaman saya, akhirnya anak saya juga memilih di PP Rafah.
    Suasana asri, bahasa arab dan inggris sebagai bahasa sehari hari, tahfidz sebagai unggulannya, organisasi langsung dipraktekkan, kemandirian terbentuk, ” ajarkanlah ilmu walaupun satu ayat….disini terealisasi” krn kakak kelas akan turun temurun membimbing adik kelasnya….
    Subhanallah…..

    • Waalaikum salam…
      Alhamdulillah, semoga anak ibu sukses. Iya, saya jg menilik hal yg sama mengenai keakraban kakak dan adik kelas. Moga mereka yg belajar di Rafah mampu mengamalkan ilmunya.

  16. Aslm, pk sy sdh survei ke PP Rafah, tp anak sy keberatan klu hrs tdr dibawah tanpa ranjang . Anak sy ada.asma , jd sy jg khawatir melihat kondisi spt itu. Apa bs dikasih tikar atau selimut sbg alasnya. Bgmn pengalaman anak bpk selama mondok disana? Ttg menelpon anak, apa bs kita yg menelon jika kita rindu p adanya? Syukron pk atas bantuannya.

    • Waalaikum salam. wr.wb.
      Mungkin kesan Ibu sama dengan kesan saya dan istri saya saat pertama kali ke Rafah. Kok tidur di bawah ya? Tapi, setelah kami bertanya-tanya ke orang tua wali yg sebelumnya menyekolahkan di sana, alhamdulillah… anak-anak mereka sehat-sehat saja, bahkan hingga lulus. Bagi mereka, mungkin sama dengan anak2 kita di rumah yg tiduran/tidur di depan televisi.
      Kalo selimut tentu saja bisa. Bahkan para santri melapisi tempat tidurnya dengan bad cover yg tebal, termasuk anak saya. Dan alhamdulillah selama ini anak saya sehat2 saja.
      Kalo menelpon, setahu saya memang tidak diperbolehkan. Lucunya, malah kemarin anak saya meminta untuk jangan2 sering ditengok karena malu sama teman2nya dan para ustadz.

  17. Aslm, pk sy mau tanya lg. Anak sy dr SMP apa ada standar hapalan tahfiz brp juz wkt ujian ? Stlh 4 thn di SMA/MA, apa ada masa pengabdian 1 thn sptt digontor? Apa bs lsg tes kuliah ke PT? Kebetulan ayahnya dr spesialis jd ingin ada yg meneruskan spt ayahnya msk ke fak.kedokteran nantinya. Jk anak sakit agak parah apa bs kita bawa keluar pondok utk dirawat sendiri atau kita tunggui selama dia sakit ( sy tinggal di sumatera) Klu makanan ringan/ kue2 boleh dibawa dr rumah? Maaf ya pk, mgkn sy terlalu mencemaskan anak. Ttp itulah seorang ibu, Syukron ya pk. Oya, slmt ulangtahun yg ke 43 smg rukun dan bahagia bersama keluarga Amin

    • Waalaikum salam wr.wb.
      Saya kurang tahu, ibu. Tp, yg penting ia mesti lolos tes masuk. Setahu saya ada masa pengabdian, tapi itu tidak menjadi wajib sehingga bisa saja si anak langsung mendaftar di PT. Kalo sakit parah, tentu aja bisa. Makanan ringan boleh di bawa dr rumah Sama2 ibu. Trima kasih. Amien.

  18. Askum…

    Bisa dishare berapa besar biaya masuk ke Rafah ?
    saya berencana mendaftarkan anak sulung ke pesantren di bogor.
    yg sudah sy datangi adalah pesantren Darunnajah yg di Cidokom dgn biaya relatif sangat murah krn masih terhitung baru, dibandingkan biaya di Darunnajah Cipining.
    Bagaimana dgn Rafah ? bisa diinformasikan biaya yang dikeluarkan saat mendaptkan putranya dulu ?

  19. Askum, ternyata ada websitenya.. jd sy sdh cek sendiri ttg bea masuk thn ini..

    Uang Pangkal Calon Santri Baru

    A. Uang Pendaftaran Santri Baru Rp. 300.000

    B. Uang Pangkal Santri Baru
    1. Infaq Pembangunan Rp. 2.500.000
    2. Uang Seragam

    •Seragam Batik 2 stel @ Rp. 140.000 Rp. 280.000
    •Seragam Pramuka 1 stel Rp. 140.000
    •Seragam Jubah Putih 1 stel Rp. 125.000
    •Seragam Kaos OR 1 stel Rp. 115.000
    •Tas Almamater 1 buah Rp. 115.000
    3. Buku Paket dan Raport

    •Buku pelajaran satu tahun Rp. 850.000
    •Raport selama belajar Rp. 160.000
    4. Sarana dan Prasarana

    •Infaq sarana asrama (kasur, lemari, dll) Rp. 1.200.000
    •Infaq sarana belajar (meja, kursi dll) Rp. 1.150.000
    •Uang pangkal keanggotaan OSPERA Rp. 100.000
    5. Biaya Rutin Bulanan

    •I’anah ta’limiyyah (SPP) Rp. 300.000
    •Makan (3x sehari) Rp. 350.000
    •Infaq Asrama Rp. 50.000
    •Binatu (cuci dan setrika) Rp. 50.000

    TOTAL UANG PANGKAL Rp. 7.485.000

    • assalamu’alaikum wr wb,salam kenal ,nama website rafah islamic boarding school apa ya?sy sedang mencari info pesantren .trims,wassalam

  20. Ass wrb..
    salam kenal saudara ku,,

    Tgl 31 Mei2012, pertama kali kaki kami sekeluarga sampai di Gontor 2 Madusari- Ponorogo.. Putera pertama kami, M Rifky Fauzy (12th) mendaftarkan diri mjd Calon Pelajar.
    Masuk gerbang utama tertulis spanduk besar
    “KE GONTOR APA YG KAU CARI”
    Awal nya kami juga terpikir, bahwa lulus dari Gontor tdk ada ijazah (nilai ujian), bagaimana kelanjutannya?
    Padahal banyak alumni yg melanjutkan ke IPB, ITB,UI, AKPOL, atau kuliah di Timur Tengah..
    Dari situ lah kami berpikir, apa arti sebuah ijazah? pilih mana lulus universitas tapi menganggur,atau lulus Gontor tapi bisa mjd apa saja?
    semua pesantren sama bagusnya, tdk ada rating, ada kelebihan dan kekurangan, maka hindari mencari kesalahan pondok..
    semoga anak2 kita bisa mjd berguna buat masyarakat, amien ya rob…

  21. Assalamu’alaikum wr wb

    maaf om, benarkah anak anda yang bernama Irfan Yahya Abdillah?
    kalau memang benar, saya ingin memiberikan sebuah informasi bahwa anak anda adalah teman satu angkatan saya…saya tau banget tentang dia…dan tadi ada yang bilang Ahmad Lauta (dari Palembang) juga itu teman sekelas saya…mereka ber-2 teman satu kelas saya🙂

    memang dia sangat terlihat betah disini. semoga anak om sukses ya disini + kecapai cita-citanya. Allahuakbar!

    Wassalamu’alaikum wr wb

    • Waalaikum salam, wrwb.

      Benar, dan pasti ini Reza yg cerdas itu. Irfan sering cerita. Reza, Irfan, dan Lauta bersahabat, tapi juga bersaing. Om dengar kalian bertiga menjadi yang terbaik untuk angkatan kalian hingga Rafah memberikan penghargaan kepada kalian bertiga. Selamat untuk semua. Semoga kalian sukses!

  22. asalamualaikum, kami mau tanya apakah di Rafah terima siswa pindahan dari sekolah umum?

  23. asalamualaikum, maaf kalau alamat lengkap pesantren Rafah ?

  24. Assalamu’alaikum wr wb
    Mas Sigit saya mau tanya, kalau dari Jakarta arah ke PP Rafah ke arah mana ya, trus gimana kalau pakai kedaraan umum, artikel mas sama dngan posisi saya saat ini, anak laki2 saya skrng kelas 6sd dan sudah menyinggung PP Gontor, sya juga bingung kalau terlalu jauh, ma’af mas ngerepotin . . . . semoga anak mas menjadi anak yg berguna bagi orang tua, agama dan masyarakat

  25. oooo h yeah,,, kenapa mahal sekali…hik…hik… padahal anaknya sudah semangat dan tanpa paksaan bersedia masuk pesantren,. tapi..? bisa g dicicil sampai lulus…?

  26. Assalammu’alaikum, minta sharing tips dan pengalaman mendidik irfan agar anak2 saya juga semangat belajar agama dan ikhlas masuk pesantren tanpa paksaan.

  27. Asswrwb..cerita bapak menjadi inspirasi untuk saya..saya hny ingin memfasilitasi anak sy yang semangat sekali ingin masuk pesantren.beberapa pesantren sudah saya sambangi bahkan sudah saya beli formulir masuknya..lalu saya batalkan karena mahal, pak..disini sptnya Insya Allah saya masih bisa…saat ini anak saya masih duduk di kelas 6sd umum..apakah di pesantren Rafah ini ada jenjang smp nya? boleh saya tau apa ada email adrss dari pesantren Rafah? saya ingin mengetahui berapa biaya pendaftaran dan pendidikan di tahun depan seandainya anak sy memungkinkan mondok disana..terimakasih

  28. Kenapa tidak masuk ke tempat Ustadz Yazid Jawas aja pak?

  29. Ass. Terimakasih atas tulisan anda ttg pesantren Rafah ini, menurut saudara lebih bagus mana antara pesantren Darunnajah Cipining dangan PP Rafah ini? Ini sbg referensi buat kami, karena anak kami juga (sekarang kelas VI MI) telah memutuskan untuk masuk pesantren setelah lulus nanti.

  30. Ass. sayang tidak ada website-nya PP Rafah ya…….

  31. Asslmwb,,, apakah disini juga ada untuk santriwati?

  32. Asslm…menarik membaca artikel ini, terlebih saya sedang mencari2 pesantren untuk anak kami. Tapi sy coba browsing untuk mendapatkn alamt jelasnya sy tdk mendapatkannya. web pun tdk sy temukan. Mungkin bp bisa membantu sy untk memberikan alamat serta bbrpa petunjuk untuk k lokasi pesantren Raffa. Anak kami baru akan memasuki jenjang smp, apakh letaknya sm dg tingkt sma?

  33. Aslm, maaf sy ingin coba bantu bpk ibu yg tanya ttg Rafah krn anak sy thn ini ikut tes di SMA program intensif & alhamdullilah lulus. Web site nya ÷ http://www.pesantrenrafah.co.id . Uang msknnya thn ini 8.840.000 sdh msk SPP bln Juli. Keunggulannya bahasa pengantar sehari2 bhs Arab&Inggris. Minimal tahfiz 10 juz stlh tamat. Itu salah satu perbedaan dgn pesantren lain. Tp semua tergtg kita sendiri krn setiap pesantren mempunyai keunggulan&kekurangan msg2. Disini hy khusus putra & tdk ada putri. Dmkn smg bermanfaat. Waslm.

  34. Maaf sy ralat bhw web site Rafah yaitu http://www.pesantrenrafah.com. Yg td sy tulis adalah emailnya. Pesatren Rafah membuka pendaftaran tes gelombang ke 2 mulai tgl 7 April smpi 11 Mei 2013. Jd bpk ibu yg berminat bs mendaftar lsg atau daftar bs via email Rafah. Alamat lengkap atau rute ke pesantren bs diilihat di web site nya. Waslm.t

  35. assalamualaikum.
    terima kasih kepada bapak yang telah menulis ini yang bagi saya sangat berarti dan penuh motivasi…semoga tulisan ini bisa tersebar dan jadi pembuka wacana bagi setiap yang membacanya.Amin

  36. Asswrwb..Apa kaka Irfan masih ada dan belajar di Rafah? tahun ini Insya Allah anak saya menjadi santri baru di pesantren yang sama.terus terang..tulisan bapak tentang niat kaka Irfan menjadi penguat niat anak saya tersebut..terimakasih…anak saya berharap bisa bertemu langsung dengan kaka Irfan..Insya Allah masih di pondok yang sama…Amiin. wass

    • Masih. Sekarang Irfan sudah naik kelas tiga. Dia sudah hafal 6 juz, meski dia merasa masih sangat kurang. Insya Allah bisa…. Tinggal pas kunjungan orang tua saja, nanti bisa ketemu kok.

  37. hehehe….nama anak saya rafah, saya banga ternyata saya tidak salah dalam memberikan nama, karena bagi saya “nama adalah do’a”, tapi bagi orang yang tidak yakin atas do’a, maka mereka berfikir apalah arti sebuah nama. berjayalah rafah, semoga para lulusan dan para kelurga besar ponpes rafah menjadi hamba allah yang taat amin.
    ohya ane min madinah Palembang salam kenal semuanya

  38. luarbiasa pak Sigit, saya baru tahu artikel ini setelah di-share oleh rekanan. walau artikel lama, geloranya semangatnya tetap terasa.

    semoga Irfan bisa mendapatkan hasil terbaik selama menjadi santri Rafah, saya titip dua saran Pak,
    pertama, sejak dini bantu Irfan untuk berfikir dalam menentukan studinya setelah lulus 6 tahun dari Rafah, agar persiapan mencapainya semakin optimal
    kedua, target hafalannya jgn dibatasi 10 juz pak, kalau bisa lebih. masyaAllah jika sampai hafidz.

    dua usulan tsb berdasarkan pengalaman saya dan rekan saya yg juga alumni Rafah, dia di kedokteran UNS dan saya teknik mesin ITB, insya Allah sampai sekarang kami terus berusaha menjaga hafalan. terima kasih.

  39. Assalamu’alaikum
    anak ana baru masuk di rafah tahun 2013 ini, memang merasa kehilangan pada awalnya, tapi lama lama terbiasa, namun ada beberapa yang ingin ana ketahui. bagaimana caranya untuk mendapatkan bea siswa ke timur tengah jika anak ana sudah selesai, serta persyaratan akademik apa yg diperlukan. Jazakallah.
    ada usulan bagaimana kalau kita membuat group media sosial untuk sharing permasalahan dan solusi, group nya bisa berupa milis, facebook, twitter dll. afwan.

  40. Assalamu ‘alaykum.. Cerita yg menarik
    Walau sudah lama tapi bs mewakili ortu
    yg bingung mencari pp yg baik u anaknya.
    Saat ini saya n suami sedang mencari
    pp, sudah mengunjungi pp disekitar bekasi, semoga
    berkesempatan u mengunjungi pp Rafah.
    Untuk tahun ini berapa biaya masuknya yaa?

  41. tolong alamat lengkap kalau dr jakarta (peta). pakai kendaraan pribadi/umum

  42. Setelah saya baca seluruh tulisan bapak dan semua yg koment, memang PP RAFAH sanagat menarik, dan sudah pernah saya browsing website nya, saya sangat senang dgn lingkungan pondok yg sangat bagus dan adem sepertinya…walau hanya lewat photo sudah bisa saya bayangkan, tapi sayang nya menurut saya dgn ukuran ekonomi rendah, masih MAHAL,..tapi Alhamdulillah saya telah menemukan PP al amien Madura dgn Program MTA nya dan dgn biaya yang sangat merakyat menurut saya,..alhamdulillah anak saya masu Program TAKHASSUS dan sekarang sudah kelas II SMP…
    Salam kenal Pak Sigit, saya Syaiful Akhyar dari KEPRI kota Batam…
    Insya Allah anak kedua saya akan ke PP MQ jombang, bakat nya di bidang Alqur an Alhamdulillah sangat menjanjikan menjadi seorang HAFIDZ…Insya Allah….Salaam.

  43. Ass.Ww Ibu Ummu aiysah. Saya dari Kota juga mempunyai Anak di PP Rafah program kelas Intensif, sama dengan anak ibu tahun 2013 namanya Guruh Putra Jaya, anak ibu nama siapa? dan berasal dari kota mana? terimakasih

  44. Ass.Ww Ibu Ummu aiysah. Saya dari Kota Bengkulu juga mempunyai adik di PP Rafah program kelas Intensif, sama dengan anak ibu tahun 2013 namanya Guruh Putra Jaya, anak ibu nama siapa? dan berasal dari kota mana? terimakasih

  45. Minta alamat dan no telp yg bs d hub

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: