CINTA CHARLES, CINTA AA’ GYM

Pada setiap zaman, orang selalu punya alasan yang berbeda untuk jatuh cinta! Saya suka kata-kata ini. Karena itu, sengaja saya kutip kata-kata yang diucapkan oleh Monita (Wulan Guritno) kepada Nagabonar (Deddy Mizwar) dari film Nagabonar Jadi 2 sebagai pembuka tulisan. Bukan sebagai fokus utama, melainkan kunci untuk memahami perangai dan watak, sifat dan tindak tanduk seseorang.

Mari kita mulai dengan Pangeran Charles, calon pewaris takhta Inggris yang entah kapan ia akan dinobatkan sebagai raja, pengganti Ratu Elizabeth II yang sudah mulai uzur. Bagi sebagian orang, Charles adalah seorang yang idealistis. Tetapi -tentu- dalam urusan cinta. Cintanya begitu kuat, tak pernah pudar ditelan badai topan laut atau apapun juga. Cintanya juga tak pernah terlindas oleh zaman, meski zaman terus berputar dan berputar.

Cinta Charles bukan kepada istrinya yang sah, melainkan kepada Camilla Rosemary Mountbatten-Windsor. Cinta mereka bak api yang tak pernah padam meski Camilla sudah menjadi nyonya Parker Bowles dan memiliki dua orang anak, sedangkan Charles telah bergandengan tangan dengan Lady Diana Spencer, juga menghasilkan dua buah hati. Konon, cinta Charles dan Camilla sudah tumbuh dan berkembang sejak keduanya masih remaja.

Apa yang kurang dari seorang Lady Diana, mantan istri Pangeran Charles yang kini sudah almarhumah akibat tragedi kecelakaan di underpass Pont de l’Alma, hingga dia gagal membelokkan cinta Chales dari Camilla?

Diana Francis Spencer merupakan Cinderella abad ke-20.  Tak ada seorang pun yang tidak mengagumi pesona kecantikannya. Majalah kecantikan, koran gosip, pakar kepribadian, perancang mode; semuanya mengagumi Diana. Semua lagak laku Diana menjadi bahan pembicaraan orang di seantero dunia. Semua perempuan menginginkan seperti dia karena para perempuan itu yakin kecantikan Diana itulah yang menjadikan media menyorotnya.

Fisik Diana jauh di atas Camilla, dan bahkan -mungkin- di atas rata-rata perempuan lain. Matanya indah dengan leher yang jenjang.  Ia mempunyai ukuran vital 35-24-35 dengan tinggi 178 cm dan berat 57 kg.  Sang putri Diana termaktub sebagai citra anggun wanita modern yang sulit ditandingi. Putri-putri kerajaan lain dibuat iri karena Diana hampir selalu menjadi fokus perhatian.

Ironisnya, dengan segala kesempurnaan diri dan pesonanya itu, di mata dirinya sendiri, Diana tak cukup mampu memalingkan Charles dari Camilla. Dalam wawancara dengan Martin Bashir dari televisi BBC di tahun 1995, secara jujur Diana mengakui bahwa “kamarnya” terlalu sesak dihuni oleh tiga orang untuk menyindir Camilla yang masih terus berhubungan dengan suaminya. Dunia pun terperangah!

Berbeda dengan Pangeran Charles yang idealistis, Aa Gym adalah seorang yang realistis. Ia tidak mau terlalu tunduk kepada cita-citanya, tentu dalam urusan cinta. Orang yang realistis adalah orang yang berpikir dan bertindak atas dasar fakta atau kenyataan yang wajar. Karena itu, orang yang realistis dianggap lebih “jujur” dan apa adanya dibanding orang yang idealistis.

Aa Gym jauh lebih “jujur” dibanding Pangeran Charles. Aa Gym jatuh cinta lagi kepada Teh Rini yang jauh lebih muda dan jauh lebih cantik dibanding Teh Ninih, tentu dalam ukuran fisik. Dengan yang lebih muda dan lebih cantik Aa Gym tengah mengikuti alur pandangan umum bahwa yang lebih muda dan lebih cantik pastilah lebih menyenangkan, lebih menggairahkan.

Dalam urusan cinta, Aa’ Gym menganut alur pemikiran yang wajar sehingga ia layak disebut sebagai pribadi yang realistis. Ia tidak neko-neko, mengada-ada. Ia mengikuti mata hatinya. Saat mata hatinya berucap, ayo jatuh cinta! Ayo jatuh cinta! Maka saat itu pula Aa Gym mengamininya dengan tulus ikhlas. Ia tidak berusaha mengabaikan, apalagi sampai menolak perasaan yang datang secara tiba-tiba itu.

Andaikata, sekali lagi andaikata, Aa’ Gym jatuh cinta lagi kepada perempuan yang jauh lebih tua, jauh lebih “rendah” kecantikan fisiknya dibanding Teh Ninih, entah apa yang akan terjadi ketika itu. Mungkin Aa Gym akan dikenang sebagai pribadi yang idealistis. Bahkan saat klaim-klaim agama ditautkan, Aa’ Gym akan dicatat sebagai satu dari banyak ulama “penjaga sunah” karena dalam hal berpoligami pun ia mengikuti “sunah” Nabi.

Kita memang tidak tahu apa yang menjadikan tiba-tiba Aa Gym jatuh cinta kepada Teh Rini, seperti halnya juga kita tidak paham kenapa Pangeran Charles tetap mengobarkan bara cintanya kepada Camilla. Urusan cinta sesungguhnya urusan yang bersifat sangat pribadi sehingga kejujuran yang bagaimanapun juga dan tersingkap di media massa, itu hanya merupakan lakon kecil yang tidak kuasa menyingkap lakon besar manusia, yakni hati nurani.

Maka benar pernyataan Monika di atas bahwa pada setiap zaman, orang selalu punya alasan yang berbeda untuk jatuh cinta. Namun, pernyataan itu sejatinya jauh lebih benar jika disambung dengan kata-kata; namun, pada setiap zaman pula banyak orang yang tidak tahu dan tidak paham kenapa seseorang bisa jatuh cinta! * * *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: