YAZID JAWAS; Penguasaan yang Menggiurkan

Ustadz Yazid Jawas

Nada bicaranya lugas, tegas, dan terkesan apa adanya. Segala persoalan Islam dan umat Islam yang mampir ke pundaknya akan ia jawab tuntas sepanjang ia memahaminya. Kalaupun ia tak memahami, ia tak pernah berusaha menutupi-nutupi. Apalagi dengan jalan berkilah atau “memutar-mutar” seperti umumnya para intelektual dan kaum agamawan yang berkibar di negeri ini.

Ustadz Yazid bin Abdulqodir Jawas, begitu nama lengkapnya. Orang-orang yang familiar dengannya memanggil ia dengan sebutan Ustadz Yazid. Orang-orang yang tidak begitu familiar biasanya akan mengikuti sebutan itu sekiranya mereka kemudian aktif mengikuti kajian-kajian Islam yang diberikan olehnya. Sebutan kyai tak pernah disematkan kepadanya meski ia adalah pengasuh pondok pesantren Minhajus Sunnah di kota Bogor.

Tubuh Ustadz Yazid sedikit menjulang, cukup tinggi untuk ukuran orang Indonesia yang biasanya bertubuh sedang atau pendek. Penampilan Ustadz Yazid selalu khas, pakaian jubah putih yang menjuntai di atas mata kaki ditambah dengan jenggot yang cukup panjang menghiasi dagunya. Tanda kehitaman bekas sujud tampak jelas di keningnya.

Saya pertama kali mendengar namanya pada akhir tahun 80-an sewaktu masih bermukim di Yogyakarta sebagai mahasiswa di tahun permulaan. Nama Ustadz Yazid berkibar seiring dengan tumbuhnya manhaj Salafi yang mulai merambah di kampus-kampus, seperti UGM, UNY, atau yang lainnya. Nama Ustadz Yazid sejajar dengan para tokoh salafi yang lain, seperti Jafar Umar Thalib, Abu Nida, atau Abdul Hakim Abdat.

Meski sejajar,  Ustadz Yazid dinilai memiliki “keistimewaan” lebih terutama pada penguasaan ilmu yang menjadi materi atau bahan kajiannya. Jika ustadz-ustadz yang lain kadang bergantung pada sebuah kitab saat mengupas materi kajian, maka Ustadz Yazid berbeda. Ia justru seringkali tidak membawa kitab, kecuali catatan-catatan kecil yang menjadi rujukannya, meski yang dibahas sebenarnya merupakan isi dari sebuah kitab.

“Jangan lupa bawa Bulughul Maram ya. Nanti Ustadz Yazid yang akan membahasnya. Tapi, lihat saja. Ustadz Yazid biasanya tak akan membawa kitab itu. Ia sudah hafal di luar kepala, ” pesan seorang mentor kepada saya ketika saya hendak mengikuti acara daurah di Pesantren Ibnul Qoyyim, Bantul, Yogyakarta di awal tahun 1990.

Sayang, daurah yang berlangsung selama sebulan lebih dan berlangsung di tempat yang aman dan nyaman itu gagal menghadirkan Ustadz Yazid. Ia berhalangan hadir ketika itu sehingga saya dan teman-teman tidak sempat melihat wajahnya untuk yang pertama kali. Meskipun demikian, kenangan tentang ucapan sang mentor itu terus terngiang-ngiang di telinga saya sejak saat itu, bahkan hingga sekarang, 21 tahun kemudian.

Syukurlah, beberapa bulan yang lalu saya baru bisa bertemu dan menatap wajah Ustadz Yazid, dan bahkan sempat bercakap-cakap dengannya walau hanya sesaat. Itu terjadi setelah saya dan istri saya hadir dalam sebuah kesempatan pengajian dwimingguan di tempat istri saya bekerja, yakni sebuah kantor kementerian di negeri ini. Takjub! Benar, saya dibuat takjub! Ucapan “mentor” saya itu ternyata terbukti.

Sepanjang waktu kajian yang berlangsung sekitar dua jam, Ustadz Yazid seolah-olah menyihir jamaah pengajian yang berjumlah sekitar 30-an orang. Hanya berbekalkan semacam tulisan-tulisan dalam sebuah buku kecil, Ustadz Yazid membedah materi “Keluarga Sakinah” layaknya ia menjabarkan materi yang tercantum dalam kitab-kitab besar. Semua ayat Qur’an dan sunnah Nabi meluncur dari bibirnya tanpa sekalipun ia kepleset lidah. Semua dihafalnya!

Lepas dari pengajian saya tak berkomentar banyak ketika dalam perjalanan pulang istri saya nyeletuk dengan pertanyaan ringan.

“Mas, siapa tadi nama ustadznya?”

“Ustadz Yazid Jawaz. Kenapa memang?”

“Ibu-ibu sampai melongo saat mendengarkan ceramahnya. Setiap yang diomongkan selalu disertai ayat-ayat. Seperti nggak ada omongannya yang nggak dilandasi ayat-ayat Qur’an atau hadist Nabi.”

Aku hanya tersenyum mendengar ucapan istri saya.

“Mas kenal dan tahu beliau?”

Saya tak menjawab dan memang tidak ingin menjawab pertanyaan yang seperti itu. Sebab, jika saya menjawab pasti serbuan pertanyaan akan mendera ke arah saya tanpa saya pahami apakah jawaban saya benar, mendekati benar, salah, atau malah salah sekali.

Jujur, saya tak ingin membahas Ustadz Yazid hanya berbekal gosip yang tertulis di website-website media on line. Biarlah semua itu menjadi bahasan orang lain yang lebih paham. Sedangkan saya? Cukuplah saya mendengar kata-kata hikmah yang keluar dari benak, hati, dan bibirnya.* * *

59 Responses

  1. masya Allah, bener banget mas, saya jg pas pertama kali denger kajian beliau di radio, wah langsung tersihir… pas jumpa liat wajah beliau, wah keimanan langsung naik. itulah nikmatnya berjumpa ahli ilmu dan org soleh. Terimakasih tulisannya mas, saya jd tau kalau beliau itu hapalannya manteb. termasuk kitab2 para ulama.

    • Itulah yang saya tahu mengenai beliau yang sebenarnya sungguh sangat terbatas. Kajian beliau setiap minggu di masjid Ahmad bin Hanbal selalu menyedot perhatian banyak orang.

  2. masya allah….keren banget ya ustad yazid

  3. kagum kepada guru kita yang wajar-wajar saja. ingat, jangan sampai bersikap GHULUW terhadap beliau atau ustadz – ustadz yang lain. menghormati guru “YES”, tapi GHULUW “TIDAK”. jangan sampai kita melarang kaum muslimin agar jangan bersikap GHULUW terhadap Rasulullah, tapi kita malah GHULUW terhadap masyaikh kita.

    • Benar, dan semoga tulisan ini bukanlah GHULUW atau sejenisnya! Sebab, memang tak ada niat untuk itu!

  4. ah biasa aja, dia juga manusia biasa, bisa benar dan bisa salah. Jangan fanatik.. alias ghuluw

    • Oh, ya? Sebaiknya Anda pahami benar tulisan saya sebelum berkomentar.

      • IYA.. ustadz Yazid juga banyak kekeliruannya, saya udah baca buku beliau yg berjudul “mulia dengan manhaj salaf” justru isinya terdapat kesalahan fatal yang berseberangan dengan manhaj salaf.

      • Tulisan mas sigit di atas menjelaskan bahwa ustadz Yazid itu hafal qur’an dan hadits, tidak bawa kitab saat mengisi kajian. sehingga dikhawatirkan timbul kekaguman pada diri kita terhadap nya, akhirnya ketika saya jelaskan beberapa kekeliruan beliau, maka pasti antum langsung berkata : “ah masak sih? beliau kan ustadz senior.
        nnah , itulah tanda2 kita telah berlebihan dalam memujinya

    • Udah akhi jgn hiraukan perkataan org yg suka suuzzon sama ustaz yazid krn sy sendiri di nusa tenggara barat kota mataram lombok kenal dakwah salaf dengan sebab dakwahnya ust yazid sejak th 1997 sy ikuti dan bliau selalu mendakwahkan alquran dan assunnah sesuai dgn pemahaman para sahabat dan alhamdulillah pd awal2 sy ikut kajian hanya puluhan orang skrg sdh ribuan org yg hadir setiap kajian ustaz yazid. km tdk guluw juga tdk taashub sm beliau dan krn asbab ustaz yazid di kota kami mataram lombok banyak bahkan ribuan org yg mengamalkan sunnah. Smg kt slalu diberikan hidayah oleh alloh azzawajalla utk senantiasa menghormati org2 sholeh sbgmn imam syafii sj menulis kitab ttg biografi guru2 beliau. Barokallohufikum

  5. kalo soal hafal Al-quran itu sih jangan dibesar2in…orang syiah saja banyak yg hafal pdahal mereka bukan org mukmin, apalagi orang hawarits… hafal plek Al-quran, tapi dia besok biidznillah adalah anjing2 neraka, org takfiri pun banyak yg hafal Al-quran mereka itu adalah bangkai anjing di kolong langit…biasa aja deh dalam menyikapi profil org …jangan terjebak dalam hal2 yg gak penting…kita aja yg harus berusaha ittiba ala kitab wa sunnah..gak usah mikirin dan ngejago2in ustadz ini ustadz itu. Kita ikuti aja apa yang ALLAH dan RosullNya perintahkan jauhi semua laranganNya…gak usah sibuk promosiin ustadz…kita promosikan aja ALLAH dan Rosulullah …titik.

    • PROMOSIIN??? Sebaiknya Anda baca tulisan saya dalam-dalam, lalu pahami. Sekali lagi, PAHAMI ! Ini semua agar Anda tidak terjebak pada kenaifan.

      • Kenaifan? dari judulnya aja, jelas2 menarasikan kehebatan ust. Yazid, ketakjubannya penulis terhadap ust. Yazid kok masih membantah…kl gtu ceritakan aja tentang ketakjuban antum terhadap Nabi Muhammad, Sahabat, Tabi’in dan Tabiut tabiin. Jangan lagi2 cerita tentang ustadz fulan…wa alan…OK?

      • Sudah Mas Sigit sebaiknya tidak perlu ditanggapi lg.

        Seandainya seorg penuntut ilmu bisa bersabar dlm menuntut ilmu, maka ia akan mendapati sudah biasa generasi terdahulu menulis dan memuji kebaikan ahli ilmunya, mendapatkan kebaikan dari ahli ilmu dan menyebarkan kebaikannya melalui tulisan dan lisan mereka. Menulis biografi dan menyampaikan kebaikan ilmu dan akhlak mereka rahimahumullah. Sehingga tulisan Mas Sigit insya Allah adalah kebaikan.

        Namun demikian, kita juga hrs berbaik sangka kpd saudara kita dan anggaplah tanggapan mereka –semoga Allah menjaga mereka– adalah nasihat utk kita. Agar kita tetap proporsional dan tdk berlebihan dlm memuji. Krn memang generasi terbaik ummat ini yg lbh berhak utk dimuliakan, krn Allah dan Rasul Nya telah memuliakan mereka. Tentu generasi belakangan tdk sama dan mungkin didapati kesalahan yg bnyk dlm diri mereka. Namun kewajiban kita sbg seorang muslim adalah menutupi aib/ keburukan saudara kita yg kita temui.

        Smg Allah menjaga Ust Yazid, Pak Sigit dan kita semua. Barakallahu fikum ajmain

      • BARAKALLAHU FIK

      • Memang ustaz yazid seharusnya di promosikan krn dia berdakwah diatas manhaj salaf as soleh

      • ah yg bener nih..?

  6. Iya, ya. Kenapa mesti saya tanggapi…… Terima kasih untuk Mas Baim yg telah mengingatkan saya. Padahal, tulisan tentang Ustadz Yazid itu hanya buah dari niat saya mengantarkan istri yg selalu aktif dan rajin dalam kajian bulanan di kantornya.

    Kalaupun tulisan itu “dibaca” sebagai upaya “promosi”, apa salah mempromosikan sepenggal kisah yg amat sangat pendek ini (moga saja yg membaca jadi mengenal Allah dan Nabi, lalu senang mengaji, siapa tahu)? Lha, wong buku-buku biografi tokoh, baik ulama, politisi, intelektual, pejabat saja yang demikian panjang, bertebaran di tengah kita. Lha ini, tulisan yg secuil gini kok ya “disalahpami” begitu he..he..

    Yang jadi lucu adalah cara “membaca” dan cara “menghakiminya”. Belum lagi melarang-larang orang untuk “menulis tentang ustadz fulan” dan “disuruh menulis tentang Nabi, sahabat, tabiin, tabiit tabiin.”….Aduh! Ini di internet sudah bejibun. Tinggal klik saja… dan semoga kita mampu meneladani mereka. Kalaupun saya ingin menulis tentang Nabi, sahabat, tabiin, tabiit tabiin, ya saya menulis saja. Nggak perlu dilarang-larang dan disuruh-suruh. Wong menulis adalah bagian dari kecintaan saya, seperti halnya saya menulis tentang Hidayat Nurwahid, Jafar Thalib, Syafii Maarif, dsb; orang2 yg pernah bersentuhan dengan saya meski sangat sedikit.

    Tapi, sudahlah…., saya berterima kasih sekali kepada Abu Dzakiyyah atas tanggapannya. Semoga Allah selalu menjaga dan merahmatinya. Amien. Dan kepada Mas Baim, sekali lagi terima kasih atas sarannya.

    • saya suka sekali dgn ustadz yajid jawas, maju terus pantang mundur, walaupun banyak yg tidak setuju, ustad yajid benar benar menegakkan islam yg lurus,

      • Assalamualaikum wrwb. ust. yazid, ini memang banyak kebaikannya tapi semoga kita semua juga masih dapat mengingat ucapan Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu ketika berkata,”Lihatlah dari mana kamu mengambil ilmu, karena ilmu adalah agama.” (At Tankil, Al Khatib Al Baghdadi, hal. 121). Pernyataan ini dinukil dari beberapa ulama salaf seperti Ibnu Sirin Adh Dhahak bin Muzahim dan yang lain. (Lihat Syarh Shahih Muslim, vol I, hal 14, Sunan Ad Darimi, vol. 1 hal 124). untuk pengingat saja ustadz yazid ini masih ada keterkaitan dengan At-Turots, maka berhati-hatilah…kalau antum ketemu ust. yazid sendiri coba konfirmasi benar atau tidaknya kalau dia terkait dengan yayasan penghacur gerakan salafiyyah dari dalam itu…coba tanyain langsung kepada dia. maka jangan terlalu banyak memuji-muji orang itu tidak baik.

      • Abu dzakiyya, sebaiknya permasalahan khilaf ijtihadiyah antar ahli ilmu disikapi dg bijaksana. Kita hny penuntut ilmu. Smg Allah membalas dg kebaikan

        Powered by Telkomsel BlackBerry®

      • apa hukum menerima harta, atau meminta-minta donasi (untuk pembangunan pondok sunnah agar terlihat megah) kepada yayasan atturots indonesia yang notabene mereka ini menerima dana dari sumber2 yang menginginkan hancurnya dakwah salafiyyah, ini bukan soal khilafiyah lagi…., antum harus berhati-hati…tanya kan saja kepada teman-teman antum yang tidak berafiliasi dengan ustadz yazid, ust. ainur rofik gufron, abu nida dan konco2nya itu….masa sunnah dengan syiah dianggap khilafiyah…?

  7. barokallohu fik

    • Ustaz yazid dakwanya selama ini sering membahas tentang syiah beliau tdk prnh menganggap mslh khilafiyah bhkn dianggap kafir krn alqurannya beda dg kita juga suka mencaci sahabat abubakar umar usman dll. Tolong sucikan hati antum sbg mn kauniah antum abu zakiyyah jgn jd abu kotor hati

      • he…he….ngaca dulu lah sebelum ngomong…! aku bilang tanya sendiri sama ust. yazid benar ga dia itu berhubungan dengan atturots….kalau sudah dijawab…..(dan kemungkinan besar dia akan jawab benar). trus kamu akan bilang bahwa atturots indonesia itu adalah khoir….. gitu? he..he…kamu faham ga atturots? dia itu menerima dana syiah untuk bangun pondok2 dan masjid2 di dunia termasuk indonesia ….atas nama ahlussunnah w jamaah..(lha kamu tadi sendiri bilang bahwa syiah itu kaafir khan?) dan dana akan cair apabila kita ikut TOR/MOU dari atturots. ALLOHU MUSTAAN. Aku cuman ingin berbagi…tidak lebih…dan aku berlindung kepada ALLOH SWT dari segala godaan setan yang terkutuk dan dari seluruh kekotoran jantung/hasad. cari tahu dulu sana ya walad…jangan suka bilang abu kotor hati/jantung dahulu…nanti apa yang kamu sangka buruk itu boleh jadi adalah baik menurut ALLOH SWT…hati-hati ya…walad….

      • Mohon komentar Abu Dzakiyya tidak perlu ditanggapi. Mari kita semua sibukkan diri dg menuntut ilmu. Masih ribuan kitab blm kita baca. Permasalahan perbedaan ijtihadi antara ahli ilmu biarlah para ahli ilmu yang menyelesaikannya. Sudah ada penuntut ilmu yg bersama2 ahli ilmu, mengusahakan pendekatan2 solutif dan mencoba membangun komunikasi yg konstruktif. Smg Allah mempersatukan hati kita semua, memperkokoh di atas aqidah dan pemahaman yg shahih. Barakallahu fikum ajmain.

  8. Assalamualaikum Warohmatullohi wabarokatuh. mohon izin nulis mas . Alhamdulillah saya waktu di jkt sering mengikuti kajian Ustad Yazid bin Abdul Qodir Jawas sekitar tahun 2001 beliau mengisi kajian di Masjid Dewan Dakwah hari Selasa Siang daerah Jl. Kramat Raya (dekat Ps Senen). beliau adalah Da’i yang mengajarkan Sunnah Rasululloh di tengah2 Umat yang amal perbuatannya sudah dikotori oleh Syirik , Bid’ah, khurofat. beliau telah mengajarkan kepada Umat Aqidah Yang Shohih . dengan pemahaman Salafussolih. Saya menggambarkan beliau sebagai Da’i yg memurnikah Aqidah dan pemikiran kaum Muslimin berdasarkan kpd AL-qur’an dan Assunnah dan mengutamakan pentingnya Ilmu sebelum beramal. ALhamdulillah saya masih mengikuti kajiannya melalui Radio Rodja karena skrng saya domisili di Papua. * Mas gambar Ustad Yazid nya di Delete saja karena hukum gambar manusia dalam islam Haram (tidak oleh).

    Wassalam

  9. Insya Allah kajian ustad Yazid membuat kita semakin mengenal Allah dan ittiba dengan RasulNYA….karena beliau selalu mempromosikan Allah dan Rasulnya sesuai Alqur’an dan Sunnah gak ditambah tambahin dan dikurang kurangin

  10. Kalau saya tetep USTADZ SYATORY ABDURROUF he he he…piye Ko, dari pada puyeng ….

  11. ustadz yazid best of best

  12. al ustadz yazid tidak pernah menyeru untuk mengajak pada dirinya.yang beliau seru agar mentauhidkan Alloh taala dan beribadah padanya sesuai apa yang disyariatkan nabi salallohu’alaihi wassalam dan mengikuti sunnah2nya.beliau adalah da’i yang memerangi bid’ah dan mengajak pada sunnah dengan pemahaman assalafusholih.sangat dalam ilmunya,dan deradab mulia menyampaikannya.ALLOHULMUSTAAN

    • orang-orang daripada al irsyad, ihkwanul muslimin, hizbuztahrir, jii, mmi, anshoruttauhid, atturots..pun….semua juga berperilaku seperti yg dilakukan ust. yazid kok!….sekarang tinggal bagaimana penilaian antum ttg mentauhidkan Allah dan beribadah sesuai yg disyariahkan nabi…??? semua rata-rata mengusung dagangan yang sama, tujuannya yaitu untuk merengkuh hati ummat ini…kitab yang dipakai rujukannya-pun mirip-mirip…tapi pelajarilah sejarah dari orang yang antum katakan tadi…dari mana dia dapat dana dakwahnya…tahukah antum? dananya dakwah adalah dari sebuah yayasan penghancur dakwah salafiyah,… dah. banyak ihtiar yang yahudi dan nasrani lakukan untuk mnghancurkan dakwah suci ini…diantaranya adalah memasukkan orang-orang yahudi yang dibantu nasrani…ke dalam dakwah salafiyah…mereka ini hafal banyak hadist dan berpura-pura menjadi ulama ahlu sunnah…mereka masuk ke jajaran kaum muslimin dan membentuk yayasan yang sebagian besar pendanaanya sebagian besar dari yahudi…mereka punya kantor pusat kegiatannya saja di ibukota negara kaafir-INGGRIS …mereka berkoar-koar ttg hal-hal yang menyerupakan diri sebagai hal-hal sunnah…agar mdpt simpati ummat…salah satunya yaitu sering mengatakan bahwa orang lain selain kelompok mereka sebagai ahli bidah…padahal mereka itu orang awam…lebih hikmah ajarkan saja sunnah kepada ummat shg otomatis masyarakat kita akan mengerti mana amalan bidah, tanpa harus menjustifikasi umat muslim kita sebagai ahli bidah, orang sunnah aja mereka masih awam kok, kenapa tiba-tiba langsung digelari sebutan dengan ahli bidah.

      • sesama pengikut manhaj Salaf kok pada bentrok.. hemmmmmm. bikin orang bingung aja kalian. utamakan berprasangka baik lah dengan para ustadz atau sesama muslim, jangan saling tuduh atau berbicara sesuatu yang kita sama sekali tidak ketahui.

      • apakah anda sdh tabayyun kepada ustadz Yazid. sesungguhnya perkataan anda dan perbuatan anda akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah ‘Azza wa Jalla. maka dari itu jagalah setiap perkataan anda.

      • dikasitau msh juga ngeyel….! ya udah..yg penting aku dah nasihatin…mo dengerin syukur… kaga mo dengerin kaga masalah…

      • UST. YAZID MENERIMA DANA DARI YAYASAN PENGHANCUR DAKWAH SUCI…SAYA BUKAN BERKATA BELIAU YAHUDI DAN NASRANI, TETAPI SEKALI LAGI BELIAU TELAH MENERIMA DANA DARI YAYASAN PENGHANCUR DAKWAH SALAFIYYAH…ITU AJA.

  13. Saya jadi pengen belajar sma beliau niihh::

    • saya pernah ikut kajian beliau dan sekarang malah dah ga pengen niihh::

      • yg saya mw tanyakan ke akh kurnia, tau dr mana antum bahwa Ust.Yazid yg meminta bantuan ke at-turots,atau at-turots sendiri yg menawarkan bantuan ke Ust. Yazid?
        Fatwa syaikh Muqbil rahimahullah :
        “Dan kami tidak menjual dakwah kami kepada seorangpun, jika kalian berkehendak untuk membantu dakwah tanpa syarat dan tanpa ikatan maka silahkan lakukan, dan jika ada persayaratan maka Allah akan mencukupkan kami dari membutuhkan bantuan kalian” (Lihat Tuhfatul Mujiib, tentang jawaban syaikh rahimahullah terhadap pertanyaan para ikhwah dari Britonia, bisa dilihat di http://www.muqbel.net/files.php?file_id=5&item_index=10).
        Setelah menampilkan fatwa di atas, maka penulis berkata :
        – Apakah seorang yang mengambil dana tanpa syarat –sebagaimana kenyataan yang ada- tetap dinyatakan sururi?
        – Apakah mereka yang mengambil dana yang tadinya salafy setelah mengambil dana akhirnya menyebarkan pemikiran ikhwaanul muslimin??!!
        – Apakah mereka tidak boleh berijtihad dalam memilih fatwa syaikh Muqbil?
        – Apakah hanya antum saja yang berhak untuk berijtihad???
        (dikutip dari Abu ‘Abdilmuhsin Firanda Andirja
        Artikel http://www.firanda.com dan dipublikasikan kembali oleh http://www.Salafiyunpad.wordpress.com)

      • Ahsan antum tanya langsung kepada ust. yazid,… langsung lho ya dan tatap matanya… (NB: yang tahu tentang perihal tersebut/pemberian dana itu sudah banyak)… biar antum puas.! haduhhh…antum ini aneh??? orang menerima dana besar kok tak ada syarat…ini yg memberi atturots lho! antum liat sekarang gimana nasib salafi…..berpecah-belah ga karu-karuan lagi…belum lagi sama masyarakat umum dimusuhi dimana-mana, diusir…!!! itu siapa yg salah hah??? misi atturots memang untuk memecah dakwah salafiyyah antum kok ga ngerti-ngerti?

      • Kurnia….afwan.ana mw tanya nih, antum belajar atau taklim nya biasa dimana? dan sekedar berbagi, jd yg antum tau ulama mana saja yg tidak menerima dana dari at-turots?tolong dijawab!

      • akh kurnia,afwan atas pertanyaan ana diatas,antum tidak perlu untuk menjawabnya.

      • he..he…sapa juga yg ga seneng dakwah ini berkembang pesat, dakwah ini dakwah sunnah, dakwah yg ittiba alal kitab wa sunnah…yaa sambas!!!…tapi gara-gara orang segelintir..yg salah jalan, dakwah ini jadi tersendat-sendat dan berpecah-belah…apakah ini yg diinginkan oleh ROSULULLOH SAW? kenapa kita sekarang berserakan padahal manhaj, kitab, tempat belajar asatidznya sama, kenapa? itu krn ada daripada kita yg mau menerima dana atturots! sadarlah kalau kita memang benar-benar berada dalam jalan yg haq, ga mungkin kita jadi begini…grup-grup an kaya apa ni?

  14. barakallahufiikum.. ishbir ya akhi.. kita sesama tholabul ilmi jgn berantem bgini. . lbih baik intropeksi diri. sudah sampai manakah kita.. ilmu mengajari kita agar ber adab . dahulu rasulullah menasehati orang arab badui yang kencing di masjid dgn cara yg penuh hikmah.. kita adalah saudara seiman tujuan kita adalah hidup bhagia di dunia dan kelak di akhirat. meninggalkan dunia dgn khusnul khotimah dan bukan suul khotimah. klo si fulan menganggap ustadz A khair pdahal sbenarnya ustadz A padanya ada k bengkokan .sbaiknya kita nasehati dgn sebaik2nya dan tidak dgn cara yang menggurui.. mungkin antum benar tapi klo caranya salah jg tidak akan mau menerima dgn hati trbuka. yg ada jg saling berseteru.. ya akhi fillah .. salafy itu adalh generasi pndahulu kita. . kita hanyalah numpang nama. ikut ngaji salafy.. blum tentu amalan kita sudah plek dgn generasi terdahulu. mungkin hanya sebutir debu di gurun pasir yang luasny tak terhingga. dengan belajar sungguh2 di ma’had yang lurus dan selalu berdoa kpda alloh memohon hidayatuttaufiq smoga alloh kabulkan do’a kita. mana yg haq dan mana pula yang bathil dgn hidayah alloh kita akan di tunjukiNYA kpada jalan yg lurus . yaa muqalibbal quluub tsabit walbihi a’la diinika..

    • saya memohon ampun kepada Allah atas lisan yg tidak terjaga. Jazakaullah khairan atas nasihat antum yg saling mengingatkan atas sesama muslim. bkn maksud saya untuk saling berbantah-bantah,hanya sekedar mendudukan orang yg sudah berkontribusi dalam dakwah sunnah pada tempat yg layak, bkn menjadi objek cacian,celaan dlm forum yg bebas, dan bisa menahan diri dan lisannya.

  15. ikuti kajiannya di Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal,setiap Ahad jam 9.30 di Bogor. ana orang yang baru mengerti sunnah.bukannya fanatik ustadz,tapi kebetulan ana mendenger sunnah lebih banyak dari ustadz yazid dan ada pula ustadz lainnya.

  16. Kurnia….afwan.ana mw tanya nih, antum belajar atau taklim nya biasa dimana? dan sekedar berbagi, jd yg antum tau ulama mana saja yg tidak menerima dana dari at-turots?tolong dijawab!

  17. Dakwah yang baik adalah dakwah yang tidak menimbulkan perpecahan, baik dikalangan umat islam apalagi dikalangan internal. Kalo dakwah kita dibenci oleh orang kafir itu tandanya dakwah kita berada pada jalur yang benar. Tapi kalo dakwah kita dibenci oleh sebagian besar saudara kita sendiri sesama muslim, itu tandanya tidak sesuai dengan perintah Allah dan sunah Rasulullah saw, serta para sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in. Allahummaghfirlana walijami’il muslimin wal muslimaat.

  18. Dakwah yang baik adalah dakwah yang tidak menimbulkan perpecahan, baik dikalangan umat islam apalagi dikalangan internal. Kalo dakwah kita dibenci oleh orang kafir itu tandanya dakwah kita berada pada jalur yang benar. Tapi kalo dakwah kita dibenci oleh sebagian besar saudara kita sendiri sesama muslim, itu tandanya tidak sesuai dengan perintah Allah dan sunah Rasulullah saw, serta para sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in. Allahummaghfirlana walijami’il muslimin wal muslimaat.

  19. sesama wahabi saling menyesatkan

  20. akh kurnia t, apa iya salafi,.brgkali dia mdpt info tntg atsurot dr intrnet dan dr situs2 doank. Bktinya sumber tulisan dia tntg atsurots dr siapa?dmana?kpan.entah bgmana,dia tahu. Wallahu’alam

  21. Kajian.net . . . . Apalagi kalau beliau membahas TASAUF, TAFSIR ana bikin terpana dgn ilmu beliau.

  22. baarokallohu fiik,,! ya ustadz yazid,,smga allah Ta’ala panjangkn umurnya untk brdakwah Dinnul Islam di negri-negri.Amin

  23. kita tidak ta’ashub kepada ustadz yazid tapi kita mengambil kebenaran dimanapun kebenaran itu berada selama mencocoki alQur’an & Assunnah.
    masalah atturats adalah khilaf yang muktabar karena sebagian ulama ahlussunnah pun juga beda pendapat dalam masalah ini, apakah kita yang ilmunya yang tidak ada dari sekuku ilmu ulama akan menganggap ulama bodoh hanya berbeda pendapat dengan kita.

    Abdullah bin Mubarak rahimahullahu berkata: “saya mempelajari adab selama 30 tahun dan saya mempelajari ilmu (agama) selama 20 tahun, dan ada-lah mereka (para ulama salaf) memulai pelajaran mereka dengan mempelajari adab terlebih dahulu kemudian baru ilmu”

  24. @Kurnia, ngaku sunnah koq gaya bicaranya ga santun.
    hati2 buat temen2 yg sedang ngaji sunnah, jangan terpancing emosinya, saya yakin Kurnia & Abu Dzakiyyah itu sumber yang sama.
    Tetep ngaji sunnah, dan ingat para penuntut ilmu itu sangat menghormati ulama.

  25. Permasalahan dana itu kita serahkan kpd allah swt.yg penting bwt diri kita adalah menuntut ilmu,selagi ilmu ust.yazid benar kita hadiri kita amalkan.masalah atturots ust yazid yg brtnggung jwb di akhirat nanti.jadi kita sesama salaf jagan seperti ini,malu kita terhadap org awam,yg mana mereka mau mencari kebenaran malah bingung dgn permasalahan ini.demi allah saya rindu akan dakwah ustadz2 yg bermanhaj salaf,tp sayang posisi saya sangat payah disini.

  26. BAGI SAYA DISKUSI TENTANG SEGALA MACAM KIPRAH USTADZ YAZID SUDAH LEBIH DARI CUKUP, KARENA ITU DISKUSI INI SAYA TUTUP. TERIMA KASIH.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: