LENGKAP SUDAH TUHAN MENGUJIKU SEPULANG HAJI

“Aku cari-cari ternyata di sini.”

Ia datang tergesa-gesa dengan napas satu-satu. Menemui saya di tempat saya biasa nongkrong, serambi masjid di masjid kantor. Tubuhnya ringkih, meski belum lagi menuju usia limapuluh. Continue reading

Advertisements

BUKAN PESANTREN GONTOR, TAPI PESANTREN RAFAH

Keinginan si sulung, Irfan untuk melanjutkan sekolahnya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur (lihat tulisan: Pesantren Gontor dan Impian Itu) membuat saya dan istri saya bingung. Continue reading

CINTA SEJATI?

Kereta “Pakuan Ekspres” terus melaju membawa ratusan tubuh bernyawa menuju Jakarta. Pagi itu. Saya memutar mata melihat bangku kosong. Uph! Ada! Dua lagi. Saya bersyukur. Saya gerakkan tubuh segera. Tapi, jiaaaaaahhhhh… keduluan! Dua tubuh perempuan berkerudung Continue reading

PESANTREN GONTOR DAN IMPIAN ITU

“Bapak, boleh nggak setelah lulus, Mas masuk Pondok Pesantren Gontor?”

Pesantren Gontor, Ponorogo

Dugh! Hati saya seperti tersambar petir. Malam itu. Kaget. Sangat kaget. Suara Irfan, si sulung yang hendak meniti kelas 6 SD seperti membedah kesadaran batin saya. Saya tak mampu berkata-kata. Sungguh! Continue reading

HALAL?! YA ALLAH, BETAPA SUSAHNYA!!!

Sepulang dari pengajian rutin kantor yang biasa diikutinya setiap bulan, -masih dengan jilbab putih yang dikenakan-, istri saya berucap serius kepada saya.

”Mas, mulai sekarang kita mesti hati-hati. Sebagai muslim tidak patut kita menikmati makanan yang tidak ada label halalnya. Dosa! Continue reading

KETIKA MBAH PUTRI MENINGGAL DI ATAS SAJADAHNYA

Jumat 9 Mei 2006. Kota Bogor dibasahi rintik-rintik air dari langit. Sejak siang mendung di angkasa memang tampak mengkilat. Saya tidak tahu pertanda apa sebab seharusnya musim kemarau sudah tiba. Continue reading

SUDAHLAH… MOTOR ADALAH DUNIA LAKI-LAKI

Saya tidak paham kenapa istri saya begitu kepingin naik motor. Bahkan saking ngebetnya naik motor istri saya berusaha untuk membohongi saya terus-menerus. Untung ada dua anak lelaki saya yang begitu jujur memberitahu saya.

“Bapak, Ibu tadi naik motor ke kantor.” Continue reading