HANTU ITU BERNAMA “POLITISASI SEPAK BOLA”

Stadion Gelora Bung Karno tak pernah sepi dari pendukung Timnas

Harapan yang membubung tinggi itu akhirnya kandas sudah. Firman Utina dkk. gagal mempersembahkan Piala AFF 2010 untuk pertama kalinya bagi para pecinta Continue reading

BAGI MOURINHO, KEMENANGAN ADALAH HAL TERINDAH

Van Gaal dan Mourinho saat masih di Barcelona

Jose Mourinho membuktikan janjinya. Di hadapan ribuan penonton yang menyemut di Santiago Bernabeu, stadion kebanggaan klub Real Madrid (Spanyol), Inter Milan (Italia) yang dilatihnya sukses melibas Bayern Munich (Jerman) dalam partai final Liga Campions, Minggu dinihari (23/5). Continue reading

FILOSOFI “SEPAKBOLA INDAH” TELAH BERUBAH?

Zico, Brazil (kiri) dan Maradona, Argentina (kanan) saat berhadapan di World Cup 1982.

Apa itu sepakbola indah? Ah, itu sih istilah yang ngaco dan bikin puyeng tujuh keliling. Boro-boro berpikir tentang sepakbola indah, memikirkan cara agar terhindar dari kekalahan dan berusaha memenangkan pertandingan saja susahnya setengah mati. Lalu, kenapa mesti dituntut dengan sepabola indah segala? Macam-macam saja…. Continue reading

TUHAN SUKA TINJU?

Manny

Manny "Pac Man" Pacquiao

Suka tinju? Konon Tuhan, Pencipta alam semesta raya ini, Sang Khalik, Sang Pemberi Rezeki, Sang Penentu Sejarah, sangat menggemari olah raga keras yang berisi suara bak-buk bak-buk tanpa henti itu. Tak percaya? Continue reading

KECEWAMU, KECEWA MU

MUSaya bukan penggemar MU (Manchester United), klub sepakbola tersohor di jagat raya ini yang asal Inggris. Saya lebih ngefans dengan Barcelona yang kondang dengan si Messiah Argentina, Lionel Messi. Bagi saya Barcelona lebih yahud dibanding MU. Karena itu, saat MU gagal menghibur para penggemarnya yang ada di Indonesia, saya tidak terlalu peduli. Ada atau tidak ada MU di Indonesia tidak berpengaruh apa-apa bagi saya.

Tetapi, hari ini saya tergelitik habis. Ini semua gara-gara ulah teman saya. Teman saya yang fans berat MU itu secara tiba-tiba berubah menjadi pembenci MU paling berat. Continue reading