SUNNAH-SYIAH DAN ISLAM PRA SIFFIEN

Entah kapan konflik Sunnah-Syiah akan berakhir, tak ada seorang pun yang tahu. Sejarah pertikaian antar kedua kelompok dalam Islam itu seolah akan menjadi kisah abadi, sepanjang bumi masih dihuni oleh orang-orang yang mengaku dirinya muslim. Dua peristiwa paling akhir yang terjadi, baik di luar negeri maupun di dalam negeri, seakan menguatkan hal itu. Continue reading

Advertisements

BAMBU RUNCING ASALNYA DARI JEPANG?

Pada buku-buku pelajaran yang diajarkan di sekolah, seperti buku PKn, IPS, atau Sejarah, ada hal yang menarik. Ilustrasi yang ditampilkan dalam tema perang kemerdekaan selalu menampilkan para pejuang kemerdekaan bersenjatakan bambu runcing Continue reading

SEJARAH BANGSA KITA YANG KORUP

Jangan pernah berpikir bahwa bangsa kita diajari bangsa lain dalam melakukan praktik-praktik penyimpangan kekuasaan pada beragam sektor kehidupan. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang ahli, lihai, dan cerdik dalam kaitannya dengan korupsi, kolusi, atau manipulasi. Continue reading

KENAPA SUKARNO DAN SOEHARTO JATUH?

Sukarno dan Soeharto

Mantan Presiden ketiga RI, Prof. BJ. Habibie pernah mengajukan pertanyaan cerdas mengenai dua presiden pendahulunya, Bung Karno dan Pak Harto. Continue reading

MASIHKAH KITA BERSUMPAH SEPERTI PEMUDA KITA DAHULU BERSUMPAH?

sumpah-pemuda-indonesia-ipnu1Gagasan mengenai pentingnya memahami kembali makna kebangsaan selalu muncul saat sebuah bangsa mengalami krisis. Bisa dipahami, karena krisis kerap menyebabkan hilangnya elan vital bangsa itu dalam menghadapi tantangan ke depan. Continue reading

NO BEL(L) (TO) OBAMA

ObamaKonon, pada Desember tahun 1925, di hadapan Komite Nobel dan para undangan pada malam pemberian penghargaan Nobel kategori sastra untuk dirinya, Bernard Shaw berucap seperti ini.

“Aku bisa memaafkan Alfred Nobel atas penemuan dinamit, tapi hanya iblis dalam sosok manusia yang bisa menerima hadiah Nobel.” Continue reading

PERISTIWA G30S DAN PENUMPULAN NALAR ANAK

G 30 S PKIOrde Baru dikenal sebagai rezim yang memiliki perhatian berlebih terhadap buku. Saking perhatiannya, rezim pimpinan Soeharto ini merasa paling berhak menyeleksi buku-buku yang dibaca rakyat yang dipimpinnya. Buku yang boleh dibaca dibiarkan terbit dan beredar di pasar. Buku yang tak boleh dibaca, dilarangnya tanpa kompromi. Continue reading