My Blog

“Ayo, dong bikin blog! Mosok bisa nulis dan punya pengalaman nggak mau ngeblog. Sayang lho… Ketinggalan zaman, nggak punya blog!” Begitu setiap kali saya mendengar “omelan” dari teman-teman, baik di kantor maupun di luar kantor tentang keengganan saya membuat blog. Saya tahu beberapa dari mereka adalah para blogger yang aktif.

Saya tetap keukeuh. Malas ngeblog! Bagi saya pengalaman hidup, curahan pengetahuan, dan hobi menulis tidak mesti ditumpahkan di sebuah situs pribadi bernama blog. Menulis bisa di medium apa saja. Apalagi tidak sedikit blog yang hadir pada kenyataannya tidak memiliki manfaat yang cukup berarti bagi diri mereka sendiri. Blog dimanfaatkan lebih sebagai medium curahan hati. Bahkan blog juga dipandang sebagai cermin pergaulan. Setelah lelah blog lalu mati suri.

Beberapa teman rupanya penasaran dengan sikap saya. Tanpa saya sadari, mereka “memaksa” saya ngeblog dengan membuatkan saya dua blog pribadi pada dua situs yang berbeda. Bener! Dua sekaligus! Saya terkaget-kaget oleh kebaikan hati mereka. Gila! Apa yang mesti saya tuliskan pada dua blog itu? Bagaimana mungkin saya mampu mengelolanya?

Tanpa saya sadari saya mulai mempelajari bagaimana cara membuat blog dan mengisinya agar tetap up to date. Seiring dengan itu saya mulai mengisi blog itu dengan tulisan-tulisan yang -menurut saya- enak dibaca, dinikmati, dan bermanfaat bagi pengunjung blog atau pembaca. Tapi, dua alamat blog? Ah, mati saya! Satu blog saja sudah terlalu lelah stamina saya.

Saya hanya cukup punya satu! Itu kesimpulan akhir saya. Maka di bulan Mei 2009 saya mulai mengumpulkan tulisan-tulisan yang ada di dua blog itu dan saya satukan pada blog yang terhampar di depan mata Anda. Tapi, saya sendiri sering menyayangkan. Kok satu saja ya? Dua kayaknya cukup, seperti bunyi iklan layanan pemerintah itu.

Jujur, saya tidak berharap macam-macam dengan kehadiran blog saya. Saya tidak berharap blog saya menjadi curahan pembicaraan orang seperti halnya blog-blog milik para blogger yang terkenal. Saya juga tidak berharap blog saya menjadi pikiran alternatif dari pikiran-pikiran yang terhampar. Itu terlalu tinggi.

Saya hanya ingin berbagi pengalaman, pengetahuan, dan pikiran. Cukup itu saja. Tak lebih tak kurang. Maka inilah hasilnya. http://www.petisikotbah. wordpress.com. Silakan menikmati!!! * * *

8 Responses

  1. Mas, kunjungi juga blog-ku, wooke

  2. Ko . . . siki pinter juga ya kumputer . . . ora gaptek maning, syukur alhamdulillah . . . kancane nyong wes ora ngrepoti maning . . . tinggal ngetik bae kok repot

    • Asem ko, Mel… Siki juga tetap gaptek. Ning ra kebangeten. Dadi kelingan pas nggawe skripsi. Ko tek obol-obol men ndampingi terus ha…ha…ha…

  3. Sekarang udah jadi blogger yang piawai😀

  4. oke kami nikmati ……😆
    mw dunk tukeran link ……
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: